kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Komitmen US$ 20,5 miliar dari Uni Eropa


Senin, 25 April 2016 / 10:16 WIB
Komitmen US$ 20,5 miliar dari Uni Eropa


Reporter: Adinda Ade Mustami, Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pemerintah klaim membawa kesepakatan bisnis senilai US$ 20,5 miliar. Itu adalah buah dari lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke negara-negara Uni Eropa. Klaim itu diungkapkan  Tim Komunikasi Presiden Arie Dwipayana.

Menurut Arie, dalam kunjungan lima hari presiden ke Uni Eropa, selain mengantongi kesepakatan bisnis senilai US$ 20,5 miliar, Indonesia juga berhasil menuntaskan negoisasi awal keikutsertaannya dalam Perjanjian Hubungan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau IEU-CEPA.

Pemerintah Indonesia melihat optimisme negara-negara Eropa ke Indonesia selama kunjungan Presiden Jokowi. "Kalangan bisnis di sana percaya terhadap ekonomi kita, kebijakan deregulasi dianggap cukup positif," kata Jokowi.

Dalam kunjungan Inggris, Indonesia mendapat komitmen investasi sebesar US$ 19,02 miliar. Investor yang tertarik untuk masuk ke Indonesia adalah Jardine Matheson dengan nilai investasi US$ 7,5 miliar dan HSBC senilai US$ 1,2 miliar. Lalu, British Petroleum (BP) Tangguh senilai US$ 8 miliar, Unilever dengan investasi US$ 500 juta. Ada juga NVVogt Sinergi Buton Selatan dengan investasi US$ 200 juta, dan Nuovito dengan nilai US$ 100 juta.

Sedangkan dalam kunjungan ke Jerman, PT Aneka Tambang Tbk meneken nota kesepahaman (MOU) bisnis dengan Ferrostahl Cronimet senilai US$ 800 juta, lalu antara PT Perusahaan Pelayaran Indonesia atau Pelni dengan Myer Werft GmbH & Co senilai US$ 40 juta. Ada juga komitmen kerjasama antara APRIL-Inava senilai US$ 35 juta. Juga antara PT Pindad dengan Junggans Microtech dan PLN dengan Siemens.

Pada Jumat (22/4), dalam forum bisnis yang dihadiri lebih dari 300 pebisnis Belanda, Indonesia juga menjaring kerja sama senilai US$ 606,2 juta. "Ini menguatkan posisi Belanda sebagai sumber investasi utama," kata Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani dalam keterangan resmi, Minggu (23/4).

Empat kesepakatan bisnis  itu meliputi sektor energi terbarukan dan infrastruktur sebesar US$ 400 juta, industri solar panel sebesar US$ 185 juta, agribisnis US$ 10 juta, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) maritim senilai US$ 11,2 juta.

Data BKPM menunjukkan, pada periode 2010-2015 realisasi investasi Belanda mencapai Rp 70 triliun dan menduduki peringkat keenam realisasi investasi di Indonesia. Sementara Inggris berada di posisi 16 dengan realisasi investasi senilai Rp 31 triliun.

Sementara itu komitmen investasi dari negara Eropa pada Januari 2016 mencapai Rp 6,53 triliun, naik hampir 10 kali lipat dibandingkan nilai di periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 670 miliar.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×