Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Tak terasa, Ramadhan 1447 Hijriah tinggal menghitung hari. Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, pemerintah membawa kabar gembira bagi para pekerja di tanah air.
Sekarang ini, otoritas Indonesia tengah menuntaskan kebijakan work from anywhere (WFA) atau kerja dari mana saja. Skema ini digadang-gadang akan memberikan fleksibilitas para pekerja sekaligus mengantisipasi lonjakan selama periode libur Ramadhan dan mudik Hari Raya Idul Fitri 2026.
Bagaimana detailnya dan kapan saja pekerja bisa menggarap pekerjaannya dengan skema WFA?
Menko konfirmasi
Kebijakan WFA selama periode libur Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2026 dikonfirmasi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto pada Kamis (5/2/2026).
Airlangga menuturkan bahwa skema WFA berlaku bagi seluruh pegawai kantoran, baik instansi pemerintah atau swasta.
"ASN (aparatur sipil negara) juga termasuk dan regulasinya disiapkan. Untuk ASN nanti oleh MenPANRB, sedangkan untuk swasta oleh Menaker," beber Airlangga, sebagaimana diberitakan Kompas.com, Jumat (6/2/2026).
Masuk tahap finalisasi
Hingga berita ini dibuat, jadwal resmi WFA belum diumumkan secara resmi. Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengungkapkan bahwa kedua surat edaran (SE) telah disepakati. Keduanya kini masih dalam proses finalisasi sebelum dipublikasikan ke masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Beda Awal Puasa 2026: Muhammadiyah, BRIN & Kemenag, Siapa Duluan?
Tujuan pemerintah menetapkan skema WFA
Skema WFA yang dicanangkan pemerintah selama periode libur Lebaran bukan berdiri tanpa alasan. Langkah penetapan jadwal WFA diharapkan mampu mengantisipasi hal-hal yang sering terjadi di masa libur Lebaran, khususnya selama arus mudik hingga arus balik Lebaran.
- Mengurangi kemacetan selama arus mudik dan balik
- Mengurangi beban transportasi publik
- Menyebar mobilitas masyarakat secara lebih merata
- Memberikan ruang gerak bagi pekerja untuk berkumpul bersama keluarga tanpa menganggu mobilitas
Jadwal perkiraan
Mengutip dari Kompas.com, Jumat (6/2/2026), WFA saat libur Lebaran nanti akan berlangsung pada tanggal 16 dan 17 Maret 2026, lalu tanggal 25, 26, dan 27 Maret 2026.
"Kami juga akan berikan work from anywhere, supaya yang bolong-bolong mendekati nanti hari raya Lebaran itu bisa diisi oleh work from anywhere," beber Airlangga dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Pemerintah beri stimulus
Kabar menggembirakannya tak hanya sampai di sana. Pasalnya, pemerintah juga akan memberikan stimulus untuk mendukung gerak atau mobilitas masyarakat di masa libur, khususnya periode mudik Lebaran.
Airlangga menuturkan, akan ada diskon untuk transportasi umum yang bisa dimaksimalkan oleh masyarakat. "Jadi yang mau merencanakan liburan silahkan, tiket kereta api dikasih diskon 30%.
Tonton: IIMS 2026 Gaspol Jelang Lebaran, Target Transaksi Rp 8 Triliun! Industri Otomotif Bangkit?
Kemudian kapal itu kita berikan 30%, dan pesawat 17-18%," sebut Airlangga. Lonjakan mobilitas selama periode libur Lebaran berpotensi mendongkrak aktivitas ekonomi.
"Pada saat mobilitas tinggi, spending-nya tinggi dan ekonominya bergerak. Indeks keyakinan konsumen naik, persen penjualan elektronik naik," lanjut Airlangga.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Pemerintah Akan Berlakukan WFA Selama Libur Lebaran, Catat Tanggalnya"
Selanjutnya: OJK Proyeksi Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh 6%-8%, Ini Kata CNAF
Menarik Dibaca: 7 Manfaat Buah Kersen: Sejumlah Penyakit Kronis Ini Bisa Anda Hindari
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













