kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Komisi XI DPR Komentari Langkah Buyback saham Anggota Bank Himbara


Rabu, 12 November 2025 / 18:48 WIB
Komisi XI DPR Komentari Langkah Buyback saham Anggota Bank Himbara
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di salah satu ATM bank Himabara di Jakarta, Senin (16/10/2023). Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi H. Amro, mengatakan aksi buyback merupakan langkah korporasi yang wajar dan terukur.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Langkah pembelian kembali saham (buyback) yang dilakukan sejumlah bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), termasuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dinilai sebagai bentuk kepercayaan diri manajemen terhadap fundamental perbankan nasional.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi H. Amro, mengatakan aksi buyback merupakan langkah korporasi yang wajar dan terukur. 

Menurutnya, kebijakan ini menunjukkan keyakinan manajemen bahwa valuasi saham bank-bank Himbara saat ini berada di bawah nilai intrinsiknya.

“Buyback memberi sinyal kuat bahwa Bank Mandiri, BNI, dan BRI memiliki fundamental yang solid serta likuiditas yang sangat memadai. Dari sisi DPR, kami memandang positif langkah tersebut karena dapat meredam volatilitas pasar dan menjaga kepercayaan investor,” ujar Fauzi dalam keterangannya, Rabu (12/11/2025).

Baca Juga: Komisi XI DPR RI Apresiasi Rencana Pemerintah Perbaiki Sistem Coretax

Ia menambahkan, aksi buyback juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan publik. 

Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa manajemen bank tidak sekadar berbicara, tetapi turut menanggung risiko sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kinerja sahamnya.

“Kepercayaan nasabah lebih ditentukan oleh kesehatan bank, kecukupan modal, manajemen risiko, dan stabilitas layanan. Semua indikator itu telah terpenuhi oleh Himbara, sehingga buyback ini hanya mempertegas bahwa perbankan kita dalam kondisi sehat,” jelasnya.

Fauzi mengakui, sejumlah sentimen negatif sempat muncul akibat dinamika kebijakan pemerintah, termasuk keterlambatan penyaluran dana Koperasi Merah Putih yang menimbulkan persepsi keliru terhadap peran bank-bank Himbara. 

Baca Juga: Komisi XI DPR RI Soroti Isu Pembobolan Rekening Dana Nasabah (RDN) ke OJK

Namun, ia menegaskan bahwa program pemerintah tersebut sebenarnya bertujuan memperkuat industri keuangan nasional, bukan melemahkannya.

“Perbankan BUMN merupakan salah satu pilar utama perekonomian nasional. Karena itu, sikap hati-hati dalam menjaga kepercayaan publik menjadi hal yang mutlak,” kata Fauzi.

Ia menegaskan dukungan Komisi XI terhadap langkah proaktif manajemen Himbara. “Aksi buyback ini bagian dari tata kelola korporasi yang baik untuk menstabilkan harga saham, meredam noise yang tidak produktif, dan menjaga kepercayaan investor,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×