kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Komisi I DPR akan klarifikasi tuduhan Dipo Alam


Kamis, 06 Desember 2012 / 15:00 WIB
ILUSTRASI. Contoh penggunaan lantai kayu pada interior dapur dan ruang makan. Foto: Instagram @kresarchitekci


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can


JAKARTA. Komisi I DPR akan menggelar rapat gabungan bersama Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, Sekretaris Kabinet dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menjelaskan rapat ini meminta penjelasan Sekretaris Kabinet Dipo Alam tentang praktik kongkalikong antara Kementerian Pertahanan dengan DPR.

"Komisi memutuskan rapat gabungan untuk semua, khusus membahas tudingan Dipo Alam. Ini untuk membuktikan ucapan dan menghadirkan semua pihak, kesimpulan benar atau tidak dan minta maaf," kata Mahfudz pada Kamis (6/12).

Komisi I DPR juga akan meminta keterangan Dipo Alam soal pemblokiran anggaran Kementerian Pertahanan. Dia berharap Dipo bisa hadir dalam rapat tersebut. "Kalau Dipo dan BPKP tidak hadir, ada niat jahat dari awal dan menghindar," katanya.

Sebelumnya, Dipo Alam telah melaporkan tiga kementerian ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena melakukan praktik kongkalikong dengan anggota DPR. Dipo tidak mengungkapkan nama tiga kementerian itu. Namun, kabar yang beredar tiga kementerian itu yakni Kementerian Pertahanan, Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×