kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

SBY sindir menteri yang sibuk sendiri


Selasa, 27 November 2012 / 15:45 WIB
ILUSTRASI. Suasana sepi salah satu mal di Kota Bandung (12/8/2021).


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampaknya gerah dengan kinerja para menterinya yang justru sibuk sendiri. Alhasil, target pemerintah yang tercantum dalam rencana kerja pemerintah (RKP) 2012 terabaikan.

Sindiran SBY ini disampaikan saat mengawali sidang kabinet, Selasa (27/11). Berdasarkan evaluasi, SBY mengungkapkan, banyak kegiatan menteri yang justru mengabaikan tujuan pokok dalam rencana kerja pemerintah.

Dia mengingatkan, para menteri berada dalam satu kabinet. "Kabinet mempunyai rencana kerja, program kerja, APBN dan sejumlah kebijakan yang saya instruksikan baik lisan maupun tertulis, wajib hukumnya semua jalankan," kata SBY.

SBY menyatakan tidak melarang para pembantunya berinisiatif mendukung tujuan pemerintah. Dia juga menyatakan, tidak sungkan mengacungkan jempol untuk memuji kinerja menterinya. "Tapi setelah tugas dan kewajiban pokok kita itu dijalankan. Jangan sampai yang menjadi tujuan APBN, RKP, program aksi lain itu diabaikan," tegasnya.

Asal tahu saja, sebelumnya, Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) telah melaporkan hasil evaluasi kinerja menteri beberapa waktu lalu. Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto mengakui ada menteri dan menteri koordinator yang memperoleh rapor merah.

Namun, tidak jelas siapa yang disindir oleh SBY. Namun, saat ini, ada dua menteri yang dianggap membuat "gaduh". Dua menteri itu yakni Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×