kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Kepala BPS Peringatkan Dampak Inflasi Barang Impor pada 2023


Rabu, 04 Januari 2023 / 15:20 WIB
Aktivitas bongkar muat kontainer berlangsung di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (15/12/2022). Kepala BPS Peringatkan Dampak Inflasi Barang Impor pada 2023.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Plus komoditas tepung terigu mencatat inflasi mencapai 23,22% yoy, dengan andil pada inflasi sebesar 0,01%. 

Senada dengan Margo, Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengungkapkan pergerakan imported inflation perlu menjadi perhatian. 

Apalagi, sebagian besar barang yang diimpor oleh Indonesia adalah bahan mentah untuk diolah, yang kemudian produknya dijual di dalam negeri. 

Bila harga bahan bakunya saja mengalami peningkatan, khawatirnya harga output barang juga meningkat dan akan memengaruhi tingkat inflasi dalam negeri. 

Kabar baiknya, Faisal melihat tekanan inflasi global mulai menurun. Sehingga ini memengaruhi harga barang mentah yang diimpor oleh Indonesia. 

Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham Pilihan yang Menarik dari Ajaib Sekuritas untuk Jumat (23/12)

Dengan kondisi ini, harapannya jarak antara inflasi dari sisi suplai dan sisi permintaan akan mengecil, sehingga tekanan imported inflation tak akan sebesar tahun 2022. 

Namun baiknya sedia payung sebelum hujan, Faisal tetap mengimbau agar otoritas melakukan upaya untuk menekan dampak imported inflation ke inflasi umum. 

Yaitu dengan menjaga pergerakan nilai tukar rupiah. Bila nilai tukar rupiah melemah, maka besar kemungkinan ongkos impor akan meningkat. 

Baca Juga: Ekonom: Ada Ruang Kenaikan Suku Bunga Hingga 50 Bps di Semester I-2023

Kemudian, menjaga suplai pangan dalam negeri. Terlebih, sebagian besar suplai pangan Indonesia tak harus impor. 

"Inflasi pangan saat ini juga dalam tren menurun, sehingga ini akan membantu menambah dampak inflasi impor untuk pangan," tuturnya. 

Lebih lanjut, Faisal memperkirakan inflasi Indonesia pada tahun 2023 akan berada di kisaran 3,60% yoy, atau sudah berada di kisaran sasaran BI yang sebesar 2% yoy hingga 4% yoy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×