kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kepala BPS Peringatkan Dampak Inflasi Barang Impor pada 2023


Rabu, 04 Januari 2023 / 15:20 WIB
Kepala BPS Peringatkan Dampak Inflasi Barang Impor pada 2023


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Plus komoditas tepung terigu mencatat inflasi mencapai 23,22% yoy, dengan andil pada inflasi sebesar 0,01%. 

Senada dengan Margo, Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengungkapkan pergerakan imported inflation perlu menjadi perhatian. 

Apalagi, sebagian besar barang yang diimpor oleh Indonesia adalah bahan mentah untuk diolah, yang kemudian produknya dijual di dalam negeri. 

Bila harga bahan bakunya saja mengalami peningkatan, khawatirnya harga output barang juga meningkat dan akan memengaruhi tingkat inflasi dalam negeri. 

Kabar baiknya, Faisal melihat tekanan inflasi global mulai menurun. Sehingga ini memengaruhi harga barang mentah yang diimpor oleh Indonesia. 

Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham Pilihan yang Menarik dari Ajaib Sekuritas untuk Jumat (23/12)

Dengan kondisi ini, harapannya jarak antara inflasi dari sisi suplai dan sisi permintaan akan mengecil, sehingga tekanan imported inflation tak akan sebesar tahun 2022. 

Namun baiknya sedia payung sebelum hujan, Faisal tetap mengimbau agar otoritas melakukan upaya untuk menekan dampak imported inflation ke inflasi umum. 

Yaitu dengan menjaga pergerakan nilai tukar rupiah. Bila nilai tukar rupiah melemah, maka besar kemungkinan ongkos impor akan meningkat. 

Baca Juga: Ekonom: Ada Ruang Kenaikan Suku Bunga Hingga 50 Bps di Semester I-2023

Kemudian, menjaga suplai pangan dalam negeri. Terlebih, sebagian besar suplai pangan Indonesia tak harus impor. 

"Inflasi pangan saat ini juga dalam tren menurun, sehingga ini akan membantu menambah dampak inflasi impor untuk pangan," tuturnya. 

Lebih lanjut, Faisal memperkirakan inflasi Indonesia pada tahun 2023 akan berada di kisaran 3,60% yoy, atau sudah berada di kisaran sasaran BI yang sebesar 2% yoy hingga 4% yoy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×