kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Kenaikan harga tiket pesawat hambat pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2019


Senin, 06 Mei 2019 / 17:04 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2019 sebesar 5,07%. Dari sisi pengeluaran, sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi berasal dari konsumsi rumah tangga yakni sebesar 2,75%.

Konsumsi rumah tangga pada kuartal I-2019 tercatat tumbuh 5,01% terhadap kuartal I-2018 yang tercatat tumbuh 4,94%. Kendati begitu, apabila dilihat dari pergerakan pertumbuhan per kuartal, angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kuartal IV-2018 yang mencapai 5,08%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kondisi pertumbuhan konsumsi melambat karena komponen transportasi dan komunikasi serta restoran dan hotel mengalami perlambatan.

Secara tahunan pertumbuhan kedua komponen masing-masing tumbuh 4,91% dan 5,42%. Padahal pada kuartal I-2018 transportasi dan komunikasi tumbuh 45,96%, kemudian restoran dan hotel tumbuh 5,64%.

Sedangkan pertumbuhan secara kuartalan, keduanya tumbuh negatif masing-masing minus 1,31% terhadap kuartal IV-2018 dan minus 1,63% terhadap kuartal IV-2018.

"Transportasi dan hotel ya tentu saja (karena tiket pesawat). Jadi kalau lihat transportasi alami perlambatan dan jumlah penumpang juga turun tingkat penghunian juga turun," jelas Suhariyanto.

Meskipun di sisi lain, terdapat pertumbuhan yang positif sehingga tetap mendorong konsumsi rumah tangga. Misalnya upah riil buruh tani dan bangunan tumbuh, serta nilai bantuan sosial yang tercatat tumbuh 106,64%. Pemerintah sendiri telah menggelontorkan dana mencapai Rp 37 triliun pada kuartal I-2019.

"Konsumsi rumah tangga kalau tidak ada yang menarik ke bawah mungkin akan jauh lebih tinggi. Kan saya warning transportasi dampaknya kemana-mana," imbuh Suhariyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×