kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Kemenkeu: Pagu Anggaran BGN Dipangkas Rp 38 Triliun pada 2026, Tersisa Rp 229 Triliun


Jumat, 09 Oktober 2026 / 15:24 WIB
Kemenkeu: Pagu Anggaran BGN Dipangkas Rp 38 Triliun pada 2026, Tersisa Rp 229 Triliun
ILUSTRASI. Badan Gizi Nasional, BGN, MBG (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat efisiensi anggaran belanja Badan Gizi Nasional (BGN) mencapai sekitar Rp 38 triliun pada tahun ini.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Sudarto mengatakan, efisiensi tersebut membuat pagu efektif anggaran BGN turun menjadi Rp 229 triliun dari pagu awal dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2026 sebesar Rp 268 triliun.

“Pada awal tahun, pagu anggaran BGN dalam DIPA itu sudah Rp 268 triliun. Saat ini pagu efektifnya menjadi Rp 229 triliun. Artinya, sudah sekitar Rp 38 triliun terjadi efisiensi,” ujar Sudarto dalam konferensi pers APBN KiTA Edisi Oktober, Jumat (9/10/2026).

Baca Juga: Tanggapi Surat Edaran Pengetatan Belanja K/L, Kemenkeu Tak Pasang Target Penghematan

Meski demikian, Sudarto menegaskan bahwa efisiensi anggaran BGN tidak boleh hanya berorientasi pada penghematan belanja. Pemerintah juga menaruh perhatian pada perbaikan pelaksanaan program agar anggaran yang tersedia mampu menghasilkan manfaat sesuai target.

Menurutnya, pemerintah mendukung langkah-langkah perbaikan yang terus dilakukan BGN. Perbaikan tersebut perlu diarahkan untuk memastikan program berjalan efektif dan mencapai keluaran (output) serta hasil (outcome) sesuai sasaran.

“Kami sangat mendukung langkah-langkah perbaikan yang terus dilakukan BGN. Fokusnya tentunya tidak sekadar efisiensi, tetapi lebih ke arah bagaimana program perbaikan tersebut bisa mencapai target dan outcome yang diharapkan,” kata Sudarto.

Baca Juga: Belanja MBG Tembus Rp 153,19 Triliun per September 2026, Anggaran Bakal Disesuaikan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×