kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

ICW Minta BGN Transparan soal Anggaran Motor Listrik


Kamis, 09 April 2026 / 19:11 WIB
ICW Minta BGN Transparan soal Anggaran Motor Listrik
ILUSTRASI. Logo BGN (BGN/BGN)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengadaan sepeda motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menuai banyak kritikan. Sebab, pengadaan tersebut dilakukan ketika pemerintah tengah gencar melakukan efisiensi anggaran kementerian dan lembaga.

Kemudian, kritikan itu juga muncul karena harga per unit kendaraan listrik tersebut berbanding jauh dengan harga pasaran. Harga sepeda motor listrik yang hendak diboyong BGN mencapai Rp 42 juta per unit.

Indonesian Corruption Watch (ICW) menjadi salah satu pihak yang melempar kritikan keras untuk pengadaan sepeda motor listrik tersebut. 

Peneliti ICW, Nisa Zonzoa mengatakan, pengadaan motor listrik oleh BGN justru menunjukkan lemahnya pengawasan kemampuan menentukan skala prioritas anggaran negara. ICW menilai pengadaan itu tidak jelas urgensinya.

"Program makan bergizi gratis (MBG) memiliki banyak persoalan dan pengadaan motor seperti ini justru semakin memberatkan anggaran negara dan tidak berpihak pada kebutuhaan riil di masyarakat," ujar Nisa kepada Kontan, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga: Kepala BGN Klaim Pengelolaan Anggaran MBG Dilakukan Transparan dan Berlapis

Nisa menduga, pengadaan motor listrik ini merupakan bentuk belanja yang tidak efisien, pemborosan, dan berpotensi bermasalah serta memiliki celah korupsi yang besar.

Sehingga, BGN didesak untuk membuka seluruh proses pengadaan motor listrik kepada publik. Mulai dari kebutuhan dasar pengadaan, spesifikasi teknis, dan nilai kontrak.

"Tanpa tujuan yang jelas, pengadaan ini semakin menguatkan dugaan ICW, bahwa MBG hanya sebagai program bagi-bagi proyek yang menguntungkan segelintir kelompok," kata Nisa.

ICW pun mendorong KPK, BPK dan LKPP untuk melakukan pemantauan atau pengawasan lebih ketat terhadap potensi konflik kepentingan dan penyimpangan dalam pengadaan.

Diketahui, BGN rencananya akan melakukan pengadaan sepeda motor listrik merek Emmo dengan jumlah 21.800 unit. Sepeda motor listrik akan dibagikan kepada kepala SPPG untuk menjangkau lokasi-lokasi yang berada di pelosok daerah.

Di Bawah Harga Pasaran

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindaya menyebut harga motor untuk operasional program MBG sudah jauh di bawah harga pasaran. Menurutnya, BGN mendapatkan harga sebesar Rp 42 juta per unit, sementara harga normalnya mencapai Rp 52 juta per unit. 

"Harga pasaran Rp 52 juta, tapi kita beli kalau tidak salah Rp 42 juta di bawah harga pasaran," kata Dadan. 

Dadan juga menegaskan pembelian motor tersebut menggunakan anggaran tahun 2025. Menurutnya, hal itu juga telah bagian dari program dalam menyukseskan program MBG. 

"Dan realisasinya dari target 24.400 itu hanya bisa kita realisasikan 21.800 dan sudah masuk ke anggaran 2025," kata Dadan. 

Baca Juga: Soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Menkeu Purbaya: Sebagian Sudah Ditolak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×