Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa investor tidak perlu khawatir terhadap kondisi fiskal Indonesia, termasuk potensi pelebaran defisit anggaran yang belakangan menjadi sorotan sejumlah pihak, termasuk lembaga pemeringkat internasional.
Purbaya memastikan pemerintah masih mampu menjaga stabilitas fiskal di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, kekhawatiran terhadap arus modal asing hanya akan muncul pada investor yang terlalu berhati-hati.
Selama fundamental ekonomi Indonesia terus membaik, ia menilai tidak ada alasan bagi investor untuk meragukan prospek ekonomi nasional.
“Kalau orang yang penakut ya akan takut. Tapi selama mereka melihat fondasi ekonomi kita membaik, apalagi triwulan keempat kemarin bagus (tumbuh 5,39% yoy), jelas ekonomi kita sudah berbalik arah. Tidak ada alasan takut kita tidak bisa atau tidak mau bayar utang,” ujar Purbaya kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga: Purbaya & Satgas P2SP Hilangkan Hambatan Perizinan & Beban Cukai Bioetanol Pertamina
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas penilaian lembaga pemeringkat Moody’s yang menyoroti potensi pelebaran defisit fiskal Indonesia. Namun, Purbaya menekankan bahwa pembahasan dengan Moody’s lebih bersifat proyeksi outlook dan bukan kritik langsung terhadap kebijakan fiskal pemerintah.
“Mereka (Moody's) takut defisit (fiskal) melebar, tapi mereka tahu juga saya bisa kendalikan dengan baik,” katanya.
Ia menduga penyesuaian outlook oleh Moody’s dilakukan sebelum data pertumbuhan ekonomi terbaru dirilis. Menurutnya, jika angka pertumbuhan yang lebih kuat telah menjadi pertimbangan, hasil penilaian tersebut kemungkinan bisa berbeda.
Purbaya menilai arah kebijakan fiskal saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang membaik, sementara defisit anggaran tetap terjaga dalam batas yang aman. Ia pun optimistis risiko penurunan peringkat (downgrade) belum menjadi ancaman bagi Indonesia.
“Ketika ekonomi membaik dan defisit masih terkendali, dibanding negara lain kita masih bagus. Justru pelan-pelan bisa ada prospek upgrade, mungkin setelah ekonomi tumbuh 6% atau lebih,” ujarnya.
Baca Juga: Outlook Moody’s Negatif, Purbaya Tegaskan Indonesia Tak Pernah Mangkir Bayar Utang
Ke depan, pemerintah akan berfokus memperkuat fundamental ekonomi dan memastikan efektivitas belanja negara. Purbaya menekankan bahwa berbagai program pemerintah, termasuk MBG, harus dijalankan secara tepat sasaran, efisien, dan meminimalkan pemborosan anggaran.
Ia juga menyampaikan komitmen untuk melakukan evaluasi lebih detail terhadap anggaran kementerian dan lembaga, guna memastikan belanja negara berjalan tepat waktu, tepat sasaran, serta meminimalkan potensi kebocoran, termasuk di tingkat pemerintah daerah.
“Kita berhasil membalikkan arah ekonomi dengan biaya relatif minimum. Dari sisi fiskal, kita bergerak ke arah yang benar,” pungkasnya.
Selanjutnya: Rupiah Tertekan Selama Sepekan Ini, Begini Proyeksi Pengamat untuk Pekan Depan
Menarik Dibaca: Sambil Salurkan Bantuan, Enervon Nusantara Run 2026 Digelar Minggu (8/2) di TMII
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













