kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Kemendag terbitkan izin impor 62.000 ton bawang putih dari China dan India


Kamis, 13 Februari 2020 / 18:40 WIB
ILUSTRASI. Pedagang menumpukan bawang putih impor dari Cina di Pasar Induk Lambaro, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Selasa (11/2/2020).


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

“Kami melihat berdasarkan scientific evidence dan bawang putih tidak ada hubungannya dengan carrier virus Corona,” lanjut Oke. Selain China, sebagian bawang putih juga diimpor dari India, katanya.

Oke menuturkan, impor bawang putih diperlukan untuk mengamankan kebutuhan pasokan jelang bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri pada Mei mendatang. 

Baca Juga: Kementan targetkan produksi cabai meningkat 7% tahun ini

Selain itu, Ia juga meminta agar para importir yang masih menyimpan stok bawang putih agar segera mendistribusikannya saat ini sehingga tidak terjadi kenaikan harga. Pasalnya, harga bawang putih sempat menjulang hingga ke atas Rp 60.000 per kilogram. 

Adapun, data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) hari ini menunjukkan harga bawang putih ukuran sedang berada pada posisi Rp 55.100 per kilogram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×