kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Kehadiran vaksin tahap ke-14 dukung upaya target 1 juta dosis per hari


Selasa, 01 Juni 2021 / 09:35 WIB
ILUSTRASI. Petugas membawa Envirotainer berisi vaksin COVID-19 setibanya di Teminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (31/5/2021).


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia kembali kedatangan vaksin Covid-19 dalam bentuk bahan baku bulk sebanyak 8 juta dosis. Dengan kedatangan vaksin Sinovac tersebut, maka total vaksin yang telah didapatkan Pemerintah baik melalui kerja sama bilateral maupun multilateral menjadi 91,9 juta dosis.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, sepanjang Mei kemarin, Indonesia telah menerima tiga kali kedatangan vaksin, di antaranya dari Sinovac sebanyak dua kali dan AstraZeneca sebanyak satu kali.

"Ini menambah jumlah stok vaksin kita total menjadi 91,9 juta dosis,” ujar Nadia dalam siaran pers, Selasa (1/6).

Baca Juga: Hasil uji klinik, vaksin Covid-19 Moderna sangat efektif untuk remaja 12-17 tahun

Berkaca pada vaksin yang terus datang bertahap, maka ketersediaan vaksin yang ada hingga saat ini diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan 25-30 juta dosis.

“Ini sebuah kabar gembira bagi kita semua karena artinya kita dapat meningkatkan upaya penyuntikan menjadi 1 juta dosis per hari sehingga kita dapat mempercepat program vaksinasi dan mengejar kekebalan kelompok," imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya jumlah vaksin yang dimiliki saat ini mendukung pemerintah untuk memperluas sasaran vaksinasi terutama pada kelompok rentan dan usia pralansia 50 tahun ke atas.

Di mana lansia dan usia pralansia, menurut Nadia, juga memiliki risiko kesakitan dan kematian yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya sehingga perlu segera diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×