kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   0,00   0,00%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kebutuhan besar, Apindo perkirakan neraca migas masih akan defisit


Kamis, 15 November 2018 / 21:07 WIB
Kebutuhan besar, Apindo perkirakan neraca migas masih akan defisit
ILUSTRASI. Ekspor migas


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca perdagangan di Oktober 2018 mengalami defisit sebesar US$ 1,82 miliar. Defisit tersebut disebabkan adanya defisit pada neraca migas sebesar US$ 1,42 miliar dan defisit neraca nonmigas sebesar US$ 393,2 juta

Melihat kondisi saat ini, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani memperkirakan defisit neraca migas akan terus semakin dalam. Pasalnya, kebutuhan atas migas masih besar.

Menurut Hariyadi, salah satu kebijakan yang seharusnya diambil pemerintah untuk mengurangi konsumsi migas adalah menurunkan subsidi BBM atau menyesuaikan harga BBM sesuai dengan pergerakan harga minyak dunia.

"Harusnya dulu dilakukan, ketika harga minyak sekitar US$ 50 per barel. Pemerintah jangan populis terus. Kalau sekarang sudah sulit, menjelang pilpres, dan pengaruhnya ke daya beli, otomatis inflasi naik," tutur Hariyadi kepada Kontan.co.id, Kamis (15/11).

Sementara itu, kebijakan B20 dianggap belum berpengaruh besar untuk menekan impor migas. Dia mengatakan, kebijakan B20 akan membantu mengurangi permintaan migas, akan tetapi kebutuhan migas masih tetap tinggi.

Untuk kinerja ekspor yang peningkatannya sebesar 5,87% dibandingkan bulan lalu, Hariyadi mengakui kinerja ekspor Indonesia terpengaruh kondisi pasar. "Pasarnya tidak bagus, CPO kita juga stagnan," tutur Hariyadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×