kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

KBBI akan dimutakhirkan tiap semester


Rabu, 14 Desember 2016 / 17:11 WIB
KBBI akan dimutakhirkan tiap semester


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Dadang Sunendar mengungkapkan, pihaknya berencana memutakhirkan Kamus Besar Bahasa Indonesia setiap enam bulan. Bila memungkinkan, KBBI juga disertai penjelasan soal penyerapan kosakata dari bahasa daerah dan bahasa asing.

Rencana tersebut dikemukakan Dadang dalam diskusi bertajuk “Diseminasi Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima”, di Ruang Pertemuan Samudra, kantor pusat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (13/12/2016).

Pemutakhiran berkala dalam jangka waktu relatif cepat diperlukan agar KBBI bisa memuat kosakata baru. Dadang mencontohkan, pesatnya perkembangan teknologi berdampak pada banyaknya kosakata yang belum diserap atau belum ditemukan padanan katanya dalam bahasa Indonesia.

Untuk memperbarui kosakata, Badan Bahasa juga akan merangkul banyak pihak. "Badan Bahasa dan teman-teman yang dirangkul dari luar akan sangat besar energinya yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan KBBI,” kata Dadang dalam sambutannya.

Lebih jauh, Dadang mengatakan bahwa Badan Bahasa kekurangan sumber daya untuk menyusun KBBI V. Jumlah pekamus atau leksikograf di Indonesia sangat sedikit. Penyusunan KBBI V ini melibatkan lebih kurang 11 pekamus dan 41 ahli dari berbagai bidang ilmu.

Maka dari itu, diperlukan saran dan kritik dari masyarakat mengenai isi dari KBBI V ini. “Tidak mustahil bahwa KBBI edisi selanjutnya hanya berupa kamus daring sehingga lebih mudah digunakan. Sebab, KBBI V ini sangat tebal. Namun, masalahnya tidak semua daerah di Indonesia bisa menggunakan kamus daring karena faktor kurangnya sarana berupa jaringan internet dan dukungan teknologi,” ucap Dadang.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Bidang Pengembangan Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa sekaligus Pemimpin Redaksi KBBI V Dora Amalia mengatakan, acara ini bertujuan untuk memperkenalkan KBBI V yang telah diluncurkan bersamaan dengan peringatan Bulan Bahasa dan Sastra pada Oktober 2106.

“Selain itu, dalam diskusi ini juga diharapkan agar Badan Bahasa bisa memperoleh masukan atau saran dari masyarakat umum sebagai pengguna KBBI,” ujar Dora Amalia.

Dalam diskusi ini, tampil sebagai pembicara yaitu Dora Amalia, mewakili Badan Bahasa; dosen Universitas Airlangga, Deny Arnos Kwary; pembuat pangkalan data KBBI daring, David Moeljadi; dan pengembang aplikasi KBBI daring, Ian Kamajaya.

(Erwin Hutapea)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×