kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kapal ilegal Tiongkok ada yang tenggak BBM subsidi


Rabu, 10 Desember 2014 / 15:50 WIB
ILUSTRASI. Menelusuri Ekspansi Bisnis Para Produsen Motor Listrik Tanah Air. (KONTAN/Baihaki)


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti mengungkapkan, kapal-kapal Tiongkok yang melakukan illegal fishing di laut Indonesia menggunakan bahan bakar solar bersubsidi.

Dia pun tak habis pikir mengapa kapal asing dengan kapasitas besar bisa dapat jatah BBM bersubsidi. "Tadi pagi ada SMS masuk, ada kapal Tiongkok ini dapat izin tangkap karena dilaporkan bobotnya hanya 30 gross ton. Namun ternyata bobotnya 100 bahkan 150 gross ton. Persoalannya lagi, mereka dapat solar subsidi. Jatah 25 kiloliter (solar subsidi)," ujar Susi saat berbicara dalam rapat kerja Kemenhub, Jakarta, Rabu (10/12).

Lebih lanjut, kata Susi, sebenarnya kapal-kapal besar dengan kapasitas tangkap di atas 30 gross ton tidak diperbolehkan menggunakan solar bersubsidi. Namun, realitas di lapangan justru sebaliknya. Dia pun mencurigai adanya aksi tipu-tipu yang dilakukan oleh kapal-kapal Tiongkok yang ditangkap tersebut.

"Mereka bawa 25.000 liter solar ke laut. Meski tidak menangkap ikan, mereka untung besar karena bisa jual solar di laut," kata Susi.

Fakta baru itu, kata Susi, menunjukkan bahwa penggunaan BM bersubsidi ternyata lebih dinikmati oleh perusahaan pemilik kapal-kapal besar. Dia pun berkata, akibat penyelewengan BBM bersubsidi tersebut, keuangan negara benar-benar sudah bocor. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×