kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.144   57,00   0,32%
  • IDX 5.949   24,17   0,41%
  • KOMPAS100 772   1,47   0,19%
  • LQ45 590   0,57   0,10%
  • ISSI 205   1,55   0,76%
  • IDX30 334   0,13   0,04%
  • IDXHIDIV20 413   -0,35   -0,08%
  • IDX80 88   0,22   0,24%
  • IDXV30 112   0,03   0,03%
  • IDXQ30 107   -0,17   -0,16%

Jokowi minta Tim Mafia Migas review total Petral


Rabu, 19 November 2014 / 11:52 WIB
ILUSTRASI. TAJUK - SS kurniawan


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi untuk meninjau ulang keberadaan Pertamina Energy Trading Ltd alias Petral. Permintaan itu disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, usai bertemu dengan Jokowi pagi ini.

Menurut Sudirman, Jokowi memberikan perhatian khusus atas keberadaan Petral. Petral merupakan perusahaan yang seluruh sahamnya dimiliki oleh PT pertamina. "Arahan beliau meminta Menteri BUMN dan Menteri ESDM untuk melakukan review secara menyeluruh terhadap Petral," ujarnya, Rabu (19/11) di kantor presiden, Jakarta.

Secara teknis, menurut Sudirman, review akan dilakukan oleh Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi atau Tim Pemberantas Mafia Migas yang dikepalai oleh Faisal Basri. Sudirman meminta tim tersebut memulai pembicaraan dengan Petral, dan melakukan review.

Review ini dilakukan meyakinkan pengelolaan perusahaan yang berada di Singapura itu dilakukan secara transparan dan akuntabel. Selain itu, pemerintah ingin memastikan keberadaan Petral memang untuk kepentingan bangsa, bukan merugikannya.

Jika hasil review menunjukan kinerja Petral buruk bagi negara, Sudirman berjanji akan menutup perusahaan tersebut. "Kalau tidak berfungsi dengan baik, maka kalau bisa ditutup ya ditutup," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×