kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Jokowi: Kita kadang tak bisa bedakan antara kritik dan mencela


Sabtu, 14 April 2018 / 20:07 WIB
ILUSTRASI. Presiden Jokowi


Reporter: Dupla Kartini | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - SEMARANG. Presiden Joko Widodo menegaskan terkait kritik yang semestinya disampaikan kepada pemerintah. Menurut Presiden, kritik harus disertai dengan data, serta diberi solusi. Jika kritik tanpa data dan solusi, itu dinilai sebagai pencelaan.

"Kita kadang sering tidak bisa membedakan kritik dan mencela. Beda lho itu," ucap Jokowi, di depan para penyuluh agama di Semarang, Sabtu (14/4).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan, antara kritik dan  mencela itu berbeda. Demikian halnya dengan kritik dan mencemooh, atau kritik dengan menjelek-jelekkan.

Dua entitas itu, lanjut Jokowi, adalah dua hal yang berbeda. "Kritik itu ada (pakai) data dan memberi solusi. Kalau tidak, ya itu namanya mencemooh. Itu yang tidak boleh dikembangkan," ujarnya. (Nazar Nurdin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Jokowi: Kita Kadang Tidak Bisa Membedakan antara Kritik dan Mencela

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×