kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Jokowi: Kita kadang tak bisa bedakan antara kritik dan mencela


Sabtu, 14 April 2018 / 20:07 WIB
ILUSTRASI. Presiden Jokowi


Reporter: Dupla Kartini | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - SEMARANG. Presiden Joko Widodo menegaskan terkait kritik yang semestinya disampaikan kepada pemerintah. Menurut Presiden, kritik harus disertai dengan data, serta diberi solusi. Jika kritik tanpa data dan solusi, itu dinilai sebagai pencelaan.

"Kita kadang sering tidak bisa membedakan kritik dan mencela. Beda lho itu," ucap Jokowi, di depan para penyuluh agama di Semarang, Sabtu (14/4).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan, antara kritik dan  mencela itu berbeda. Demikian halnya dengan kritik dan mencemooh, atau kritik dengan menjelek-jelekkan.

Dua entitas itu, lanjut Jokowi, adalah dua hal yang berbeda. "Kritik itu ada (pakai) data dan memberi solusi. Kalau tidak, ya itu namanya mencemooh. Itu yang tidak boleh dikembangkan," ujarnya. (Nazar Nurdin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Jokowi: Kita Kadang Tidak Bisa Membedakan antara Kritik dan Mencela

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×