kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi: Kita kadang tak bisa bedakan antara kritik dan mencela


Sabtu, 14 April 2018 / 20:07 WIB
ILUSTRASI. Presiden Jokowi


Reporter: Dupla Kartini | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - SEMARANG. Presiden Joko Widodo menegaskan terkait kritik yang semestinya disampaikan kepada pemerintah. Menurut Presiden, kritik harus disertai dengan data, serta diberi solusi. Jika kritik tanpa data dan solusi, itu dinilai sebagai pencelaan.

"Kita kadang sering tidak bisa membedakan kritik dan mencela. Beda lho itu," ucap Jokowi, di depan para penyuluh agama di Semarang, Sabtu (14/4).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan, antara kritik dan  mencela itu berbeda. Demikian halnya dengan kritik dan mencemooh, atau kritik dengan menjelek-jelekkan.

Dua entitas itu, lanjut Jokowi, adalah dua hal yang berbeda. "Kritik itu ada (pakai) data dan memberi solusi. Kalau tidak, ya itu namanya mencemooh. Itu yang tidak boleh dikembangkan," ujarnya. (Nazar Nurdin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Jokowi: Kita Kadang Tidak Bisa Membedakan antara Kritik dan Mencela

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×