kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi ingin Asean-China bikin aturan Laut China


Senin, 13 November 2017 / 22:51 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo ingin agar China dan negara anggota Asean buat tata code of conduct, tertib tentang Laut China Selatan. Dia ingin, Asean dan China segera merumuskan dan menegoisasikan tata tertib tersebut.

Keinginan tersebut diungkakannya saat Konferensi Tingkat Tinggi Asean - Tiongkok ke-20di Filipina, Senin (13/11). Jokowi bilang, tata tertib diperlukan agar Laut China Selatan ke depan bisa menjadi laut yang stabil.

"Selain itu, kami juga ingin Laut China ke depan menjadi penopang kegiatan ekonomi yang merekatkan kawasan dunia," katanya dalam pernyataan, Senin (13/11).

Selain masalah tata tertib di Laut China Selatan, Jokowi dalam KTT tersebut juga ingin kerjasama ekonomi kedua belah pihak ditingkatkan. Cara yang dia inginkan agar kerjasama bisa ditingkatkan; menghilangkan hambatan dagang.

"Perdagangan harus saling menguntungkan, dan harus ditingkatkan angkanya dari US$ 368 miliar tahun lalu," katanya.

Kawasan Laut China Selatan selama ini menjadi kawasan rentan konflik. Kawasan tersebut diklaim China sebagai wilayah mereka. Klaim tersebut tumpang tindih dengan negara lain.

Filipina, Brunei Darusalam dan Thailand juga mengklaim wilayah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×