kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi diminta ikut intervensi olahraga nasional


Rabu, 08 Oktober 2014 / 15:52 WIB
ILUSTRASI. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat adanya pertumbuhan yang signifikan dari penyaluran kredit multiguna di awal tahun 2023../pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/02/07/2021.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Presiden terpilih Joko Widodo diharapkan bisa terlibat langsung pada pengembangan olahraga nasional. Lewat intervensi secara langsung, Jokowi dapat mendengar keluh-kesah para pelaku olahraga.

Hal tersebut diutarakan oleh Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Alfitra Salamm, pada diskusi Menuju Sukses Prestasi Olahraga di Twin Plaza Hotel, Rabu (8/10). Turut hadir Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Rita Subowo, sebagai pembicara.

Menurut Alfitra, saat ini olahraga belum menjadi bagian dari pembangunan nasional. Alfitra sepakat terhadap visi Jokowi bahwa olahraga adalah bagian dari revolusi mental.

Karena itu, Alfitra meminta Joko Widodo meniru intervensi langsung Presiden Soekarno ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 1962.

"Saya harap Pak Jokowi bisa mengambil alih pengembangan olahraga nasional. Kalau bukan presiden, persoalan-persoalan lama akan tetap bermunculan," papar Alfitra.

Menjelang pergantian kabinet, Alfitra mengklaim Kementerian Pemuda dan Olahraga telah mendesain rapat koordinasi pada bulan November. Kemenpora berharap Jokowi bisa memimpin rapat tersebut.

"Supaya bisa mendengarkan segala keluh kesah secara langsung," kata Alfitra. (Deodatus Pradipto)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×