Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, realisasi luas panen padi pada bulan Januari 2026 mencapai 0,57 juta hektare atau naik 35,72% dibanding Januari 2025 (0,42 juta hektare).
Kenaikan luas panen ini diikuti pula oleh peningkatan produksi padi pada Januari 2026 yang mencapai 3,04 juta ton gabah kering giling (GKG), atau naik 38,69% dibandingkan Januari 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono membeberkan, pada periode Februari-April 2026, BPS memperkirakan luas panen padi mencapai 3,92 juta hektare atau mengalami penurunan seluas 0,16 juta hektare, sekitar 3,87% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: BPS: Emas Perhiasan Mengalami Inflasi Selama 30 Bulan Berturut-Turut
Selanjutnya, potensi produksi padi pada Februari-April 2026 diperkirakan mencapai 21,24 juta ton GKG, atau turun 4,04% dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun produksi beras pada Februari-April 2026 diperkirakan turun 4,02% menjadi sebesar 12,23 juta ton beras.
”Angka potensi luas panen dapat berubah sesuai kondisi terkini hasil amatan lapangan seperti serangan hama, banjir, kekeringan, waktu realisasi panen, dan lain sebagainya,” jelas Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/3).
Selanjutnya, realisasi luas panen jagung pada Januari 2026 mencapai 0,24 juta hektare atau naik sekitar 11,17% dibandingkan Januari 2025.
Sementara itu, produksi jagung pada Januari 2026 mencapai 1,38 juta ton jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14%) atau naik 11,09% dibandingkan Januari 2025.
Baca Juga: Ruang Udara Doha dan Dubai Tutup, Asosiasi Minta Evakuasi Jemaah Umrah ke Hotel
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













