kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.848   39,00   0,23%
  • IDX 8.123   -112,62   -1,37%
  • KOMPAS100 1.142   -14,73   -1,27%
  • LQ45 823   -11,41   -1,37%
  • ISSI 290   -3,03   -1,04%
  • IDX30 434   -5,84   -1,33%
  • IDXHIDIV20 522   -5,54   -1,05%
  • IDX80 128   -1,28   -0,99%
  • IDXV30 143   -0,50   -0,35%
  • IDXQ30 139   -2,26   -1,60%

PMI Manufaktur Indonesia Februari 2026 Tembus 53,8, Tertinggi Hampir Dua Tahun


Senin, 02 Maret 2026 / 08:28 WIB
PMI Manufaktur Indonesia Februari 2026 Tembus 53,8, Tertinggi Hampir Dua Tahun


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Aktivitas sektor manufaktur Indonesia menunjukkan penguatan signifikan pada Februari 2026. 

Data terbaru yang dirilis oleh S&P Global mencatat Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia naik ke level 53,8, dari 52,6 pada Januari 2026. Angka ini menjadi posisi tertinggi dalam hampir dua tahun dan menandakan ekspansi yang semakin solid.

Peningkatan PMI terutama didorong oleh lonjakan permintaan baru yang memicu kenaikan produksi paling kuat sejak awal 2024. Permintaan tercatat tumbuh selama tujuh bulan berturut-turut, seiring bertambahnya pelanggan serta membaiknya tingkat kepercayaan bisnis.

Dalam laporan tersebut disebutkan, kenaikan penjualan tidak hanya berasal dari pasar domestik, tetapi juga dari luar negeri. Pesanan ekspor baru meningkat untuk pertama kalinya dalam enam bulan, bahkan mencatat pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022.

Baca Juga: Ini Dampak Penutupan Selat Hormuz bagi Perdagangan Indonesia

"Kondisi permintaan menunjukkan tren positif, dengan penjualan yang meningkat cukup kuat sehingga mendorong kenaikan produksi, ketenagakerjaan, dan aktivitas pembelian. Terlebih lagi, kenaikan permintaan tidak terbatas pada klien domestik saja, karena ekspor naik untuk pertama kali dalam enam bulan," ujar Ekonom S&P Global Market Intelligence, Usamah Bhatti dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).

Kondisi ini mendorong perusahaan meningkatkan kapasitas produksi dan menambah tenaga kerja. Ketenagakerjaan naik enam kali dalam tujuh bulan terakhir, sementara output manufaktur tumbuh pada laju tercepat sejak April 2024.

Selain itu, perusahaan juga meningkatkan aktivitas pembelian input guna mengantisipasi permintaan yang diperkirakan tetap kuat. Pembelian bahan baku pada Februari menjadi yang paling tajam sejak Maret 2024.

Dari sisi harga, tekanan inflasi biaya input masih ada, terutama akibat kenaikan harga bahan baku. Namun, laju kenaikannya menjadi yang paling rendah dalam enam bulan. Hal ini memungkinkan produsen hanya menaikkan harga jual secara moderat demi menjaga daya saing.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi Efek Perang AS-Iran, Fokus Utama Jaga daya Beli

Usamah Bhatti menilai perbaikan kondisi manufaktur di awal tahun memberikan prospek positif ke depan.

Ke depan, pelaku usaha masih menunjukkan optimisme terhadap prospek 12 bulan mendatang, meski tingkat kepercayaan sedikit menurun dibandingkan Januari dan berada di bawah rata-rata jangka panjang. 

Harapan akan permintaan yang lebih kuat dan harga yang lebih stabil tetap menjadi faktor pendukung utama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×