kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

BI Perketat Pemantauan Pasar Dampak Konflik Timur Tengah, Rupiah Melemah


Senin, 02 Maret 2026 / 09:45 WIB
BI Perketat Pemantauan Pasar Dampak Konflik Timur Tengah, Rupiah Melemah
ILUSTRASI. Logo Bank Indonesia (BI) di gedung BI, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis). Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus mencermati pergerakan pasar keuangan seiring meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus mencermati pergerakan pasar keuangan seiring meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Otoritas moneter menegaskan siap merespons secara terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap bergerak sesuai fundamental ekonomi.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan bank sentral akan tetap aktif di pasar valuta asing dan memperkuat efektivitas kebijakan suku bunga.

Baca Juga: Gejolak Timur Tengah Bisa Kerek Harga Minyak, Bagaimana Efeknya ke Indonesia?

“Bank Indonesia akan terus berada di pasar dan memastikan rupiah bergerak sejalan dengan fundamentalnya,” ujar Erwin dalam pernyataan resmi seperti dikutip dari Reuters, Senin (2/3/2026).

Menurut dia, eskalasi konflik di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran memicu meningkatnya sentimen risk-off di pasar keuangan global. 

Kondisi tersebut mendorong investor cenderung menghindari aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.

Untuk meredam volatilitas, BI akan melakukan intervensi melalui transaksi non-deliverable forward (NDF), baik di pasar domestik maupun luar negeri. 

Baca Juga: Timur Tengah Bergejolak: Ini Dampak Kematian Pemimpin Tertinggi Iran yang Mengguncang

Intervensi juga dilakukan di pasar spot sebagai bagian dari langkah stabilisasi yang terintegrasi.

Seiring meningkatnya tekanan eksternal, nilai tukar rupiah terpantau melemah hingga 0,45% ke level Rp16.835 per dolar AS pada perdagangan Senin (2/3) pagi waktu GMT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×