kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

JK Peringatkan Anggota DPR Jangan Asal Bicara dan Hina Masyarakat


Jumat, 29 Agustus 2025 / 18:10 WIB
JK Peringatkan Anggota DPR Jangan Asal Bicara dan Hina Masyarakat
ILUSTRASI. Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Tribun Network di Kediaman Jusuf Kalla di Jakarta, Jumat (12/5/2023). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN. Jusuf Kalla memperingatkan anggota DPR untuk tidak asal-asalan dalam berbicara serta tidak menghina masyarakat saat menanggapi kritik publik.


Reporter: kompas.com | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla memperingatkan anggota DPR untuk tidak asal-asalan dalam berbicara serta tidak menghina masyarakat saat menanggapi kritik dan keresahan publik. 

JK, sapaan akrabnya, berpandangan bahwa ucapan para anggota dewan merupakan penyebab maraknya unjuk rasa yang bergulir di berbagai daerah. 

"Tentunya bagi para pejabat, para anggota DPR, untuk menahan diri, menjadi pelajaran yang besar. Jangan bicara asal-asal dan jangan menghina masyarakat. Ini semua yang menjadi penyebab dari masalah," kata Jusuf Kalla dalam keterangan video, Jumat (29/8/2025).

Ia memahami masyarakat, termasuk pengemudi ojek online, merasa marah karena salah seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21 tahun), tewas dilindas rantis barracuda yang dikendarai polisi. Namun, ia meminta masyarakat untuk menahan diri karena ekonomi bisa terganggu bila keributan terus terjadi.

Baca Juga: Kadin Jakarta Peringatkan Beberapa Dampak Demo terhadap Stabilitas Usaha

"Kalau kota bergejolak seperti ini, maka kehidupan ekonomi akan berhenti. Kita memahami perasaan para pengemudi ojol yang temannya kena musibah. Tapi apabila kota begini ribut, maka pekerjaannya akan bermasalah," ucap JK. 

"Bisa menimbulkan juga pendapatannya berkurang dan tentu berakibat jauh pada kehidupan masing-masing," imbuh dia. 

Di samping itu, JK meminta masyarakat untuk menjaga ketertiban lingkungan. 

"Agar masyarakat menjaga lingkungan masing-masing. Karena masalah begini akan berakibat banyak. Kita memahami itu bahwa kita semua akan kena masalah," kata JK. 

Anggota DPR bikin gaduh 

Diketahui, sejumlah anggota DPR RI menjadi sorotan saat merespons masyarakat yang memberikan kritik lewat media sosial maupun aksi demonstrasi di depan DPR RI. 

Adapun kritikan masyarakat itu awalnya merespons soal isu gaji dan tunjangan jumbo anggota Dewan yang menjadi perdebatan publik. 

Beberapa anggota Dewan memberikan klarifikasi soal tunjangan rumah senilai Rp50 juta per bulan yang diterimanya, tetapi justru memanaskan suasana. 

Sebut saja anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem Nafa Urbach yang mendukung pemberian tunjangan tersebut supaya bisa mengontrak rumah di sekitar Gedung DPR. 

“Anggota Dewan itu kan enggak orang Jakarta semua, guys. Itu kan dari seluruh pelosok Indonesia. Nah, mereka diwajibkan kontrak rumahnya dekat-dekat Senayan supaya memudahkan menuju DPR,” kata Nafa, dalam siaran langsung di media sosial. 

Dia bahkan membandingkan dengan dirinya yang tinggal di Bintaro dan harus bergulat dengan kemacetan setiap kali menuju Senayan.

Publik menilai Nafa gagal membaca situasi lewat pernyataannya itu hingga akhirnya meminta maaf. 

Kemudian, muncul pernyataan pedas Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni kepada publik yang mengkritik DPR. Sahroni melontarkan kalimat yang kian memperkeruh suasana ketika menanggapi seruan 

“Bubarkan DPR” di media sosial. 

“Catat nih, orang yang cuma mental bilang ‘bubarin DPR’, itu adalah orang tolol se-dunia,” ujarnya dalam kunjungan kerja di Medan, Jumat (22/8/2025). 

"Kenapa? Kita ini memang orang pintar semua? Enggak. Bodoh semua kita, tetapi ada tata cara kelola bagaimana menyampaikan kritik yang harus dievaluasi oleh kita," sambung dia.

Ucapan itu sontak memicu gelombang kecaman baru karena Sahroni dinilai merendahkan rakyat yang tengah meluapkan kekecewaan. 

Pernyataan para anggota dewan ini ditengarai memantik kemarahan publik sehingga menggelar sejumlah aksi unjuk rasa di sejumlah daerah, termasuk di Gedung DPR pada Senin (25/8/2025) dan Kamis (28/8/2025).

Kondisi ini semakin bergejolak setelah insiden kendaraan taktis (rantis) Brimob melindas pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, di Jakarta pada Kamis malam kemarin. Aksi unjuk rasa ini pun meluas tidak sekadar memprotes tunjangan para anggota dewan, melainkan juga menuntut keadilan atas kekerasan yang dilakukan oleh aparat.

Baca Juga: Ramai di Medsos! Boikot Pajak Jadi Bentuk Protes ke Pemerintah

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "JK: Anggota DPR Jangan Bicara Asal dan Hina Masyarakat", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2025/08/29/17170551/jk-anggota-dpr-jangan-bicara-asal-dan-hina-masyarakat?page=2.

Selanjutnya: Jumlah Nasabah Wealth Management BTN Tumbuh Dobel Digit Didominasi Segmen Korporasi

Menarik Dibaca: Ide Meja Rias Kamar Mandi Kecil, Mewah dan Modern untuk Rumah Minimalis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×