kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Jika tax amnesty gagal, anggaran bakal diperketat


Rabu, 08 Juni 2016 / 10:18 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pemerintah mengaku sudah menyiapkan jalan keluar, jika target penerimaan negara dari kebijakan tax amnesty tidak tercapai. Target tax amnesty diperkirakan bisa menambah penerimaan negara hingga Rp 165 triliun dalam RAPBN-P 2016.

Hal itu dinilai rawan, karena jika gagal tercapai maka defisit anggaran bisa sangat melebar. Saat ini defisit anggaran yang diperkirakan pemerintah dalam RAPBN-P 2016 sebesar 2,48% dibandingkan APBN 2016 yang hanya 2,15%.

Namun, menurut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, pemerintah akan fokus menjaga defisit jika tax amnesty gagal. Caranya, dengan melakukan pengetatan anggaran.

Catatan saja, dalam RAPBN-P 2016, pemerintah telah memangkas anggaran untuk belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 50 triliun. "Tanpa tax amnesty, kita perkirakan harus memangkas hingga Rp 250 triliun," kata Bambang di Jakarta, Selasa (7/6) malam.

Namun demikian, Bambang memastikan kalau kebijakan tax amnesty bisa cukup berhasil. Ia membandingkan antara kebijakan tax amnesty dengan sunset policy, yang disebutnya setengah dari tax amnesty.

Pada saat pelaksanaan sunset policy tahun 2008 lalu, pemerintah berhasil mencapai target penerimaan pajak. Belum pernah sekalipun pemerintah mencapai target penerimaan pajak hingga kini. Nah, dengan tax amnesty prestasi serupa diharapkan bisa tercapai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×