kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Jenguk Nazaruddin tanpa izin, anggota Komisi III DPR menuai kritik


Kamis, 18 Agustus 2011 / 16:39 WIB
ILUSTRASI. Proses fase 3 uji klinik vaksin corona (Covid-19) yang dilakukan di Bandung kini sudah dilakukan penyuntikan kedua pada 1.590 orang.


Reporter: Dwi Nur Oktaviani | Editor: Edy Can


JAKARTA. Kunjungan anggota Komisi III DPR ke ruang tahanan tersangka dugaan korupsi Muhammad Nazaruddin tanpa izin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai kritik. Anggota Komisi III DPR Dasrul Djabar mengatakan, kunjungan itu tidak bersifat resmi.

Kader Partai Demokrat ini menyatakan, kunjungan tersebut bersifat pribadi. "Itu kunjungan secara personal," kata Dasrul dalam konferensi pers, Kamis (18/8).

Asal tahu saja, Senin (15/8) lalu, rombongan DPR Komisi III yang terdiri dari Wakil Ketua Komisi III DPR Azis Syamsuddin dan Fahri Hamzah, Ahmad Yani, Herman Hery dan Nudirman Munir mendatangai ruang tahanan Nazaruddin di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Kedatangan anggota Komisi III DPR ini untuk menjenguk Nazaruddin.

Dasrul juga menolak Nazaruddin ditempatkan di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Sebab, ia beranggapan kalau bekas Bendahara Umum Partai Demokrat itu bukanlah saksi atau pun korban melainkan tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan wisma atlet SEA Games.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III Fahri Hamzah dan Aziz Syamsuddin mendukung Nazaruddin ditempatkan di LPSK. Mereka beralasan, anggota Komisi VII itu adalah saksi kunci dalam berbagai kasus korupsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×