kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.790.000   -15.000   -0,53%
  • USD/IDR 16.909   -48,00   -0,28%
  • IDX 8.992   -18,15   -0,20%
  • KOMPAS100 1.239   1,44   0,12%
  • LQ45 875   3,69   0,42%
  • ISSI 330   0,16   0,05%
  • IDX30 448   2,63   0,59%
  • IDXHIDIV20 528   6,59   1,26%
  • IDX80 138   0,26   0,19%
  • IDXV30 146   2,21   1,53%
  • IDXQ30 144   1,54   1,08%

Istana Minta Maaf Soal Banjir yang Melanda Beberapa Daerah, Salah Satunya di Jakarta


Kamis, 22 Januari 2026 / 17:52 WIB
Istana Minta Maaf Soal Banjir yang Melanda Beberapa Daerah, Salah Satunya di Jakarta
ILUSTRASI. Mensesneg janji Percepat Proses Perpres Ojol (KONTAN/Lailatul Anisah) Pihak Istana meminta maaf jika ada masyarakat yang terdampak banjir imbas curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir.


Reporter: kompas.com | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pihak Istana meminta maaf jika ada masyarakat yang terdampak banjir imbas curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir. 

Banjir menggenang di sejumlah titik di Pulau Jawa, termasuk Jakarta. Bahkan, jalur rel kereta api juga terdampak sehingga pelayanan publik terganggu. 

"Tentunya kami menyampaikan rasa prihatin bahwa dalam dua hari ini, terutama hari ini, curah hujan cukup tinggi sehingga menyebabkan terjadi genangan air di beberapa ruas jalan-jalan di Ibu Kota.

Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang terdampak," kata Mensesneg Prasetyo Hadi, di Istana, Jakarta, Kamis (22/1/2026). 

Prasetyo mengatakan, pemerintah pusat telah melakukan koordinasi ke pihak terkait dalam rangka mengurangi curah hujan di Jakarta dan sekitarnya.

Baca Juga: Pedagang Daging Sapi Mogok, Mentan Ancam Cabut Izin Impor Feedlotter Nakal

Salah satunya dengan menambah operasi modifikasi cuaca di sekitar Jabodetabek. Sebab, berdasarkan laporan BMKG, puncak curah hujan tinggi akan terjadi sampai akhir bulan Januari. 

"Kami telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kemudian dengan BNPB, kemudian juga dengan BMKG untuk bagaimana memperkuat atau menambah operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan di wilayah Jabodetabek dengan harapan bisa mengurangi tingginya curah hujan," papar dia. 

Meski sedang kunjungan kerja di luar negeri, Presiden RI Prabowo Subianto juga menaruh atensi tinggi terhadap persoalan banjir yang menimpa masyarakat. 

Instruksi soal penambahan modifikasi cuaca, kata Prasetyo, juga berdasarkan arahan Presiden RI. 

"Perlu kami sampaikan bahwa dalam dua hari ini beliau terus memonitor dan berkomunikasi dengan kami, jajaran di Tanah Air. Sebagaimana tadi kami sampaikan, itu juga atas petunjuk dan arahan dari Bapak Presiden," ujar Prasetyo. 

Selain itu, Prabowo juga meminta jajarannya membuat grand design atau rencana besar untuk mengatasi permasalahan banjir, khususnya di Pulau Jawa. Sebab, masalah banjir di Jawa ini telah masalah yang rutin berulang setiap tahunnya. 

"Termasuk kemudian di dalam komunikasi itu, Bapak Presiden memerintahkan kepada kami untuk secepat-cepatnya membentuk tim kajian untuk mencoba menganalisis dan kemudian membuat grand design penyelesaian masalah-masalah yang berkenaan dengan air, pengelolaan air di Jawa, terutama khususnya di Pulau Jawa," terang dia. 

Ia mengatakan, perlu ada koordinasi lintas sektor kementerian/lembaga untuk mengatasi persoalan ini, termasuk PT KAI yang ikut terdampak karena ada beberapa jalur kereta yang tergenang air. 

"Karena sesuai dengan laporan Dirut PT KAI, ada dalam waktu satu minggu terakhir ini ada 16 titik, yang sekarang bertambah menjadi 17, satu titik yang selama ini belum pernah terjadi itu kemudian juga muncul genangan di jalur rel kereta api yang kemudian itu juga mengganggu perjalanan dan tentunya mengganggu pelayanan kereta api kepada masyarakat," kata Prasetyo. 

Oleh karenanya, Presiden RI mendorong agar jajarannya mencari solusi dari hulu hingga ke hilir. 

Baca Juga: DPR Mulai Uji Kelayakan Calon Deputi Gubernur BI Besok, Keputusan Senin Depan

"Termasuk dengan tim otorita pengelolaan pantai utara Jawa atau yang selama ini lebih dikenal dengan yang sedang mempersiapkan untuk proyek Giant Sea Wall," ujar Prasetyo. 

Diketahui, berbagai wilayah Pulau Jawa mengalami banjir di berbagai titik akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir, termasuk di Kawasan Jabodetabek. 

Selain Jabodetabek, beberapa provinsi lain di Jawa juga terdampak banjir hingga warganya mengungsi. 

Di Jawa Tengah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat ribuan warga masih mengungsi akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah Pantai Utara (Pantura), Jawa Tengah. 

Saat ini, Kota Pekalongan menjadi daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak. Di Karawang, BPBD setempat mencatat ada 12 kecamatan terdampak pada 19 Januari 2026.

Akibatnya, ribuan warga terpaksa mengungsi akibat genangan yang terus meluas.

Rel terendam banjir Curah hujan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir juga menyebabkan genangan di berbagai jalur kereta api, di antaranya jalur kereta api lintas Pekalongan–Sragi. 

Luapan Sungai Bermi dan Sungai Meduri akibat curah hujan tinggi menimbulkan genangan air di atas rel pada sejumlah titik, khususnya di Km 88+400 serta Km 88+900 hingga Km 89+100. 

Dirut KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa sejak 16 hingga 19 Januari 2026 terdapat dua titik utama jalur rel di wilayah Pekalongan yang terdampak genangan air. 

Dampak tersebut mengharuskan KAI melakukan penyesuaian operasional, termasuk pembatalan 124 perjalanan kereta api penumpang demi menjaga keselamatan perjalanan.

“KAI memberlakukan pengembalian bea tiket 100 persen bagi seluruh pelanggan terdampak pembatalan, dengan batas waktu pengajuan hingga tujuh hari. Saat ini, proses refund telah berjalan dan dimanfaatkan oleh pelanggan,” ujar Bobby pada 21 Januari 2026.

Selain kebijakan pengembalian tiket, KAI juga memberikan service recovery bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan serta melakukan operation recovery untuk memulihkan keandalan prasarana.

Baca Juga: Optimis Stok Beras Bakal Tembus 6 Juta Ton, Amran: Tak Ada Alasan Harga di Atas HET

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/01/22/17111231/banjir-di-jakarta-istana-minta-maaf-ke-masyarakat-yang-terdampak?page=2.

Selanjutnya: Pocari Sweat Run 2026 Siap Digelar, Lombok Jadi Pembuka

Menarik Dibaca: 13 Rekomendasi Makanan Tinggi Serat untuk Mencukupi Kebutuhan Serat Harian

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×