kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.790.000   -15.000   -0,53%
  • USD/IDR 16.909   -48,00   -0,28%
  • IDX 8.992   -18,15   -0,20%
  • KOMPAS100 1.239   1,44   0,12%
  • LQ45 875   3,69   0,42%
  • ISSI 330   0,16   0,05%
  • IDX30 448   2,63   0,59%
  • IDXHIDIV20 528   6,59   1,26%
  • IDX80 138   0,26   0,19%
  • IDXV30 146   2,21   1,53%
  • IDXQ30 144   1,54   1,08%

Optimis Stok Beras Bakal Tembus 6 Juta Ton, Amran: Tak Ada Alasan Harga di Atas HET


Kamis, 22 Januari 2026 / 17:22 WIB
Optimis Stok Beras Bakal Tembus 6 Juta Ton, Amran: Tak Ada Alasan Harga di Atas HET
ILUSTRASI. Optimis Stok Beras Bakal Tembus 6 Juta Ton, Amran: Tak Ada Alasan Harga di Atas HET (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi yang sangat memadai. Bahkan, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) diproyeksikan bakal menembus angka 6 juta ton pada pertengahan tahun ini.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan melimpahnya stok beras saat ini harus berkorelasi dengan stabilnya harga di pasar. Ia mewanti-wanti agar harga beras di tingkat konsumen tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Tadi malam kami komunikasi dengan Bapak Wakil Kapolri. Kami ingin pangan stabil. Stok CBP hari ini 3,3 juta ton, jadi sangat cukup untuk masyarakat. Tidak ada alasan harga beras di atas HET," ujarnya dalam Rapat Koordinasi HBKN Ramadan dan Idulfitri di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga: Pemerintah Kerek Cadangan Beras Jadi 4 Juta Ton pada 2026

Amran menjelaskan, optimisme stok 6 juta ton tersebut didasarkan pada posisi cadangan saat ini ditambah dengan potensi serapan gabah petani oleh Perum Bulog pada masa panen raya. Hingga 22 Januari 2026, Bulog tercatat sudah menyerap gabah setara beras produksi dalam negeri sebesar 15,6 ribu ton.

“Hitungan kami, stok kita di kisaran bulan Mei atau Juni bisa 5 juta sampai 6 juta ton. Itu rekor, tidak pernah terjadi selama republik ini berdiri. Jika Bulog serap sampai Juni 3 juta ton lagi, stok kita jadi 6 juta ton," jelasnya.

Sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga kementerian/lembaga terbaru, Perum Bulog memang mengemban tugas pengadaan beras dalam negeri sebanyak 4 juta ton sepanjang tahun 2026. Target ini meningkat signifikan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: Cadangan Beras Pemerintah Ditargetkan Capai 2,7 Juta Ton hingga Akhir Tahun 2025

Data Badan Pusat Statistik (BPS) turut mendukung optimisme pemerintah. Inflasi beras eceran sepanjang tahun 2025 tercatat jauh lebih stabil dengan titik puncak hanya di level 1,35% pada Juli 2025. Angka ini jauh di bawah gejolak inflasi tahun 2023 dan 2024 yang sempat menyentuh level 5%.

Rerata inflasi beras bulanan selama tahun 2025 pun melandai di angka 0,30%, dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 1,34%. Hal ini mengindikasikan bahwa manajemen stok dan distribusi beras nasional mulai menunjukkan hasil yang terkendali.

Amran menambahkan, luas tanam pada awal tahun ini juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Kami pantau serapannya lebih tinggi dari awal tahun lalu. Luas tanaman kita juga naik, sehingga pasokan ke depan sangat aman," pungkasnya.

Baca Juga: Stok Beras RI Aman! Bulog Siapkan 1 Juta Ton untuk Diekspor ke ASEAN

Selanjutnya: Diversifikasi Dinilai Perkuat Prospek SOHO, Ini Rekomendasi Analis

Menarik Dibaca: Katalog Promo Hypermart Dua Mingguan sampai 28 Januari 2026, Aneka Telur Diskon 10%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×