kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Investasi Rp 158 Triliun Mengalir ke IKN, Namun Fondasi Ekonomi Dinilai Belum Kokoh


Rabu, 26 November 2025 / 15:40 WIB
Investasi Rp 158 Triliun Mengalir ke IKN, Namun Fondasi Ekonomi Dinilai Belum Kokoh
ILUSTRASI. Pembangunan IKN: Progres pembangunan gedung di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (8/6/2023). Komitmen investasi jumbo sebesar Rp 158,73 triliun yang dikantongi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) lewat skema KPBU kembali menjadi sorotan.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli

Investor asing juga mulai masuk, seperti konsorsium Samsung C&T dan Brantas Abipraya yang berencana mengembangkan 21 tower rusun, serta IJM Corporation Berhad dari Malaysia yang menargetkan proyek 20 tower rusun.

Daftar peminat turut mencakup PT Daya Mulia Turangga (DMT), Maxim Properties, PJ-IC International, Hutama Karya, dan Triniti Land.

Sementara itu, pada sektor infrastruktur jalan dan MUT, nilai investasinya jauh lebih besar. China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) menjadi salah satu investor terbesar dengan komitmen Rp 27,7 triliun untuk proyek jalan sepanjang 31,36 km di SWP-1B. 

Diikuti HEC & IJM yang menyiapkan dana Rp 24,4 triliun untuk proyek sepanjang 26,9 km di SWP-1C.

Baca Juga: Tarif Impor AS Turun, Prasasti Menilai RI Fokus Jaga Fondasi Ekonomi Lewat Investasi

Badan usaha lain yang tertarik pada proyek serupa adalah PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dengan estimasi investasi Rp 16,35 triliun; Adhi Karya Rp 9,8 triliun; konsorsium DMT Rp 9,57 triliun; serta kerja sama Nindya Karya dan Brantas Abipraya dengan nilai investasi Rp 6,6 triliun.

Dengan deretan raksasa properti dan kontraktor yang masuk, OIKN yakin ekosistem pembangunan IKN dapat terus bergerak. 

Meski demikian, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada kehadiran sektor ekonomi utama yang mampu menarik investasi berkelanjutan dan menjadikan IKN lebih dari sekadar pusat pemerintahan.

Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan besar: memastikan komitmen triliunan rupiah tersebut benar-benar bertransformasi menjadi pembangunan fisik yang terukur dan memperkuat fondasi ekonomi IKN dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×