Reporter: kompas.com | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan, pemerintah akan membangun tambak ikan seluas 20.000 hektare pada 2026.
Program tersebut diklaim sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Tahun ini kami mau bikin sejahtera nelayan. Tahun ini. Kami akan bangun 20.000 hektare tambak," kata pria yang akrab disapa Zulhas itu usai menghadiri acara PANFEST di Hutan Kota GBK, Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Menurut Zulhas, pembangunan tambak dalam skala besar tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat pesisir meningkatkan produksi dan pendapatan.
Selain pembangunan tambak, pemerintah juga tengah mengembangkan 2.000 Desa Nelayan yang akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti pabrik es, cold storage, dan bantuan perahu.
Baca Juga: Surat Edaran Kemenkes: Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI Nonaktif
"Sekarang kami bangun 2.000 desa nelayan. Di situ kami bangun pabrik es. Di situ kami kasih cold storage. Kami kasih perahu. Jadi nanti nelayan, kalau tidak ada pembeli, ikannya dikasih es, bisa ditaruh di cold storage," ujar Zulhas.
Ia menilai fasilitas penyimpanan tersebut akan membantu nelayan menjaga kualitas ikan dan menstabilkan harga saat panen melimpah. Kehadiran Desa Nelayan diharapkan bisa membuat para nelayan dan masyarakat pesisir sejahtera.
"Kalau dia panen banyak harganya murah, jangan dijual. Simpan di cold storage. Tahan 3 bulan, enam bulan. Sehingga nanti harga ikan akan bagus, naik, diharapkan nelayan-nelayan kita bisa sejahtera," ucap Zulhas lagi.
Di sisi lain, Zulhas juga menyampaikan Indonesia telah mencatat surplus beras pada 2024 dan 2025 sehingga tidak lagi melakukan impor.
Ia berharap sektor pangan lainnya dapat mencapai swasembada.
"Jadi enggak impor satu butir pun, enggak ada lagi. Tahun ini, insya Allah beras dan jagung lebih naik lagi," tegasnya.
Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkirakan kebutuhan ikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pulau Jawa mencapai 70.000 ton per tahun.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah berencana membuka tambak ikan guna meningkatkan produksi, khususnya di Jawa Tengah.
Langkah ini disebut sejalan dengan target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
"Swasembada pangan ini pelopor untuk (meningkatkan) protein, potensi ikan, ayam, sapi. Di Jawa Tengah ini akan dibangun besar-besaran tambak ikan ya,” ujar Zulkifli Hasan setelah menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I DPW PAN Jawa Tengah 2025.
Baca Juga: Kinerja Ekspor: Indonesia Bidik Kenaikan 10 Kali Lipat dalam Satu Dekade
Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/02/14/19343021/zulhas-sebut-pemerintah-bangun-20000-hektare-tambak-ikan-tahun-ini.
Selanjutnya: Mereka yang Menorehkan Cuan di Notes Leather
Menarik Dibaca: Waspada! 5 Makanan Ini Picu Kista Ovarium Lebih Cepat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)