kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 5.949   24,90   0,42%
  • KOMPAS100 772   1,50   0,19%
  • LQ45 590   0,88   0,15%
  • ISSI 205   1,67   0,82%
  • IDX30 334   0,48   0,14%
  • IDXHIDIV20 414   1,07   0,26%
  • IDX80 88   0,24   0,28%
  • IDXV30 113   0,45   0,40%
  • IDXQ30 107   -0,04   -0,04%

Investasi Lokal Salip Asing di Awal Tahun, Proyek Jalan Tol Jadi Penyebabnya


Selasa, 29 April 2025 / 13:18 WIB
Investasi Lokal Salip Asing di Awal Tahun, Proyek Jalan Tol Jadi Penyebabnya
ILUSTRASI. CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani bersama Menteri BUMN Erick Thohir saat Town Hall Danantara Indonesia di Jakarta, Senin (28/4/2025). 


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Untuk pertama kalinya dalam beberapa periode, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada kuartal I-2025 mencatat kontribusi lebih tinggi dibandingkan Penanaman Modal Asing (PMA). 

Hal ini disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, yang menjelaskan bahwa capaian ini menunjukkan tren positif dari pertumbuhan investasi domestik.

"Ini hal yang cukup menarik karena biasanya itu PMA-nya biasanya slightly lebih tinggi daripada PMDN-nya, tapi pada kuartal pertama ini memang PMDN-nya kontribusinya slightly lebih tinggi dari PMA," ujar Rosan dalam Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (29/4).

Rosan mengatakan, realisasi investasi dari PMDN mencapai Rp 234,8 triliun atau tumbuh 19,1% yoy. Sementara itu, PMA tercatat sebesar Rp 230,4 triliun atau tumbuh 12,7% yoy.

Baca Juga: Menteri Rosan: Investasi Indonesia Tetap Meningkat di Tengah Ketegangan Geopolitik

Ia menegaskan bahwa dominasi PMDN ini bukan akibat turunnya investasi asing, melainkan karena pertumbuhan PMDN yang lebih agresif. 

"Ini terjadi bukan karena PMA-nya turun, tetapi karena PMDN-nya meningkat jauh lebih tajam dibandingkan kenaikan oleh penanaman modal asingnya," katanya.

Rosan menambahkan bahwa kenaikan signifikan PMDN dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya proyek jalan tol di Sumatra Utara dan Riau. 

Kedua, masuknya pelaporan investasi baru dari sektor real estate dan properti, yang turut mendorong lonjakan angka investasi dalam negeri.

"Jadi dua hal itu yang menyebabkan PMDN kita meningkat lebih tajam," pungkasnya

Sebagai informasi, realisasi investasi pada kuartal I-2025 telah mencapai Rp 465,2 triliun atau tumbuh 15,9% yoy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×