kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.096   61,00   0,34%
  • IDX 6.131   -55,20   -0,89%
  • KOMPAS100 800   -7,14   -0,88%
  • LQ45 608   -4,53   -0,74%
  • ISSI 212   -1,96   -0,92%
  • IDX30 342   -2,78   -0,81%
  • IDXHIDIV20 423   -3,94   -0,92%
  • IDX80 91   -0,74   -0,80%
  • IDXV30 116   -0,67   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

Insentif Capai Rp 17 T di Semester I, BPDP Salurkan 6,89 Juta KL FAME Buat Biodiesel


Selasa, 28 Juli 2026 / 15:21 WIB
Insentif Capai Rp 17 T di Semester I, BPDP Salurkan 6,89 Juta KL FAME Buat Biodiesel
ILUSTRASI. Biodiesel B20, Solar B0, dan Fame (KONTAN/Lidya Yuniartha)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencatat realisasi penyaluran dana insentif untuk program mandatori biodiesel telah menembus angka Rp 17 triliun hingga akhir Juni 2026.

Capaian alokasi dana tersebut direalisasikan untuk menopang kewajiban pencampuran bahan bakar nabati biodiesel B40 hingga B50 di tanah air agar berjalan sesuai dengan target pemerintah.

Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman mengungkapkan, nilai insentif senilai Rp 17 triliun pada paruh pertama tahun ini setara dengan volume pasokan bahan bakar berbasis kelapa sawit yang cukup besar. 

Penyaluran dana pembiayaan tersebut difokuskan untuk menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) ke seluruh pelosok Nusantara.

"Rp 17 triliun untuk penyaluran sekitar 6,89 juta kiloliter (FAME)," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga: Program Biodiesel B50 Hemat Devisa Rp 177 Triliun, Pangkas Emisi 44 Juta Ton CO2

Eddy menjelaskan, ketersediaan dana hasil pungutan ekspor kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) masih sangat aman hingga penghujung tahun. 

Menurutnya, kecukupan likuiditas kas pendanaan dipastikan sanggup menopang seluruh program prioritas tata kelola perkebunan nasional tanpa mengganggu program mandatori biodiesel.

"Sampai dengan akhir tahun 2026, dana BPDP mencukupi untuk mendanai program-program BPDP seperti program sawit rakyat (PSR), SDM, Riset, Promosi, dan B40/B50," jelasnya.

Di sisi lain, lanjut Eddy, pergerakan selisih Harga Indeks Pasar (HIP) antara solar dan biodiesel tercatat terus menyempit akibat dinamika harga minyak mentah dunia. 

Kondisi tersebut dipicu oleh ketegangan geopolitik global yang melonjak sehingga mendorong kenaikan harga solar pasar dan memperkecil celah besaran nilai beban insentif yang ditanggung.

"Dengan meningkatnya eskalasi perang US-Iran, rata-rata harga solar cenderung naik, sehingga gap HIP solar - HIP biodiesel cenderung mengecil. Bulan ini sekitar Rp 1.120," pungkasnya.

Baca Juga: Konsumsi CPO Domestik Naik, Dampak Devisa dari Implementasi B50 Perlu Dicermati

Diberitakan sebelumnya, Eddy menuturkan, alokasi anggaran insentif untuk kebutuhan Public Service Obligation (PSO) untuk program B40/B50 pada tahun berjalan ini telah diproyeksikan secara terukur. 

Dia menyebutkan, lebih dari separuh dari total pagu anggaran yang disiapkan untuk sepanjang tahun 2026 tersebut kini telah berhasil disalurkan. 

"Untuk tahun 2026, proyeksi insentif B40/B50 PSO (Public Service Obligation) kurang lebih sebesar Rp 32 triliun, sampai dengan bulan Juni sudah disalurkan sekitar Rp 17 triliun," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (27/7/2026).

Di sisi pendapatan, lanjut Eddy, kinerja penerimaan pundi-pundi dana kelolaan BPDP justru menunjukkan tren kenaikan yang memuaskan. 

Dia bilang, realisasi penerimaan Pungutan Ekspor (PE) komoditas kelapa sawit beserta produk turunannya pada semester pertama tahun 2026 ini tercatat mengalami pertumbuhan jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

"PE sampai semester 1 2026 lebih tinggi dari PE periode yang sama tahun 2025. Penerimaan PE semester 1 2026 sekitar Rp 21 triliun," tandasnya.

Baca Juga: BPDP Bakal Danai Subsidi BBM Nelayan, Awas Biaya Bisa Bengkak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×