kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Kasus Influenza Naik, Menkes Minta Masyarakat Tak Asal Konsumsi Oseltamivir


Selasa, 29 September 2026 / 06:21 WIB
Kasus Influenza Naik, Menkes Minta Masyarakat Tak Asal Konsumsi Oseltamivir
ILUSTRASI. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (SETNEG/BPMI Setpres)


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan, masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi obat antivirus seperti oseltamivir di tengah kenaikan kasus infeksi influenza.

Budi menuturkan, sebagian besar kasus influenza tidak memerlukan rawat inap sehingga penggunaan obat antivirus seperti oseltamivir tidak ditujukan untuk semua pasien influenza.

Baca Juga: Prabowo Bahas Keuangan BPJS Kesehatan, Pemerintah Siapkan Rp20 Triliun

"Oseltamivir penggunaannya harus tepat. Berdasarkan masukan para ahli, obat ini sebaiknya digunakan secara terbatas pada pasien dengan kondisi berat atau pasien dengan komorbid yang memang membutuhkan antivirus," ujar Budi, dalam keterangan resmi, Senin (28/9/2026).

Budi menganjurkan pembatasan penggunaan oseltamivir untuk mencegah terjadinya resistansi terhadap obat antivirus.

Sebab, penggunaan obat antivirus sama dengan penggunaan antibiotik yang tidak dilakukan secara tepat dapat berisiko terjadinya resistansi antimikroba.

"Kita tidak boleh menggunakan antivirus secara berlebihan karena ada risiko resistansi. Kalau resistansi terjadi, justru kita bisa kehilangan pilihan obat ketika menghadapi wabah yang lebih berat dan mengancam nyawa, seperti influenza H5Nx," ujar Menkes.

Budi memastikan, pihaknya terus memperkuat surveilans influenza, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, laboratorium, serta komunikasi risiko kepada masyarakat.

Baca Juga: Rupiah Tertekan Dekati Rp 18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Angkat Bicara

Sementara di sisi lain, masyarakat tetap diimbau untuk waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih serta menggunakan masker ketika sakit atau berada di tempat ramai.

"Segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang memburuk," ujar Budi.

Kelompok rentan seperti bayi dan anak kecil, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta perlu mendapat perhatian lebih karena memiliki risiko komplikasi.

Sebagai informasi, dari hasil pengamatan atau surveilans hingga minggu ke-38 tahun 2026, kasus influenza masih berada dalam rentang medium dan belum menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan.

Hasil surveilans sentinel menunjukkan positivity rate influenza sebesar 56 persen pada minggu ke-38.

Baca Juga: Wacana Pembatasan Nikotin dan TAR Berisiko Tekan Penyerapan Tembakau Lokal

Pada surveilans di puskesmas, aktivitas influenza telah berada pada kategori sedang (medium), sementara pada surveilans rumah sakit masih berada pada kategori rendah (low).

Pada minggu ke-38 tahun 2026, dari 265 spesimen yang diperiksa melalui surveilans sentinel, sebanyak 148 spesimen positif influenza. Virus yang dominan ditemukan adalah Influenza A (H1N1pdm09).

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/09/28/22140101/peningkatan-influenza-masyarakat-diminta-tak-sembarang-minum-obat-antivirus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU

[X]
×