kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 18.023   25,00   0,14%
  • IDX 6.063   -84,88   -1,38%
  • KOMPAS100 786   -12,64   -1,58%
  • LQ45 604   -7,94   -1,30%
  • ISSI 209   -2,75   -1,30%
  • IDX30 335   -3,84   -1,13%
  • IDXHIDIV20 424   -3,00   -0,70%
  • IDX80 90   -1,42   -1,55%
  • IDXV30 114   -1,37   -1,18%
  • IDXQ30 109   -0,66   -0,61%

Penjualan SBN Ritel 2026 Tembus Rp 124 Triliun, Milenial Jadi Tulang Punggung


Selasa, 29 September 2026 / 09:44 WIB
Penjualan SBN Ritel 2026 Tembus Rp 124 Triliun, Milenial Jadi Tulang Punggung
ILUSTRASI. Kemenkeu catat total realisasi penerbitan SBN ritel, yang terdiri dari SUN ritel dan SBSN ritel, tembus Rp 124,32 triliun hingga kuartal III-2026 (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minat masyarakat Indonesia untuk menginvestasikan dana pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel mencatatkan kinerja impresif sepanjang tahun 2026.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total realisasi penerbitan SBN ritel, yang terdiri dari SUN ritel dan SBSN ritel, telah menembus Rp 124,32 triliun hingga kuartal III-2026.

Penerbitan Surat Utang Negara (SUN) ritel hingga Agustus 2026 berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 54,44 triliun melalui dua kali penerbitan, yakni seri ORI029 dan ORI030. Seri ORI030 yang diterbitkan pada Agustus 2026 menjadi kontributor terbesar dengan capaian penjualan mencapai Rp 40,00 triliun (ORI030T3 senilai Rp 34,00 triliun dan ORI030T6 senilai Rp 6,00 triliun) dan berhasil menarik hingga 102.546 investor.

Baca Juga: Kasus Influenza Naik, Menkes Minta Masyarakat Tak Asal Konsumsi Oseltamivir

Angka ini melonjak secara signifikan dibandingkan dengan seri ORI029 pada Februari 2026 yang mengantongi Rp 14,44 triliun dari 42.612 investor.   

Sementara itu, instrumen berbasis syariah atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel mencatatkan nilai penerbitan yang tak kalah tinggi, yakni mencapai total Rp 69,88 triliun dari tiga seri penerbitan sepanjang tahun 2026.

Seri SR025 yang diselesaikan pada 23 September 2026 mencatatkan rekor penerbitan terbesar di kategori SBSN Ritel tahun ini dengan total Rp 29,77 triliun (SR025T3 sebesar Rp 24,94 triliun dan SR025T5 sebesar Rp 4,83 triliun) dari 93.548 investor.

Sebelumnya, pemerintah juga sukses menyerap dana masyarakat masing-masing sebesar Rp 17,49 triliun dari seri Sukuk Ritel SR024 pada April 2026 dan Rp 22,62 triliun dari Sukuk Tabungan ST016 pada Juni 2026.   

Dilihat dari sisi demografi investor, Generasi Milenial secara konsisten memegang porsi terbesar dalam seluruh penerbitan SBN Ritel 2026. Pada penerbitan SUN Ritel, proporsi investor milenial berkisar antara 46,8% dan 47,8%.

Tren serupa juga terlihat pada penerbitan SBSN Ritel, di mana porsi milenial mendominasi di rentang 49,11% hingga 52,50%.

Baca Juga: Prabowo Bahas Keuangan BPJS Kesehatan, Pemerintah Siapkan Rp20 Triliun

Porsi terbesar berikutnya diisi oleh Generasi X yang menyumbang sekitar 29% hingga 31% dari total investor pada tiap-tiap penerbitan.   

Berdasarkan profil profesi, kelompok pegawai swasta mendominasi partisipasi dengan rata-rata kontribusi sebesar 33% hingga 35%.

Disusul kemudian oleh kelompok wiraswasta di kisaran 14% hingga 19%, serta kategori pelajar/mahasiswa yang turut menyumbang sekitar 10% dari total investor.

Selain itu, dari segi gender, investor perempuan tercatat konsisten mengungguli laki-laki dengan porsi mencapai 56% hingga 58% pada setiap seri penerbitan SBN Ritel tahun ini.   

Baca Juga: Rupiah Tertekan Dekati Rp 18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Angkat Bicara

Tingginya akumulasi kupon yang ditawarkan, seperti ORI030T6 dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 7,00% per tahun serta ST016T4 dengan imbal hasil mengambang (floating with floor) sebesar 6,25%, menjadi daya tarik utama bagi investor ritel di tengah dinamika pasar keuangan global.

Tren ekspansi basis investor ini diperkirakan terus berlanjut seiring meningkatnya literasi keuangan digital masyarakat Indonesia dan kebutuhan akan diversifikasi portofolio investasi aman yang dijamin penuh oleh negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU

[X]
×