kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.090   -40,00   -0,22%
  • IDX 5.918   6,03   0,10%
  • KOMPAS100 770   0,93   0,12%
  • LQ45 587   -0,18   -0,03%
  • ISSI 204   0,59   0,29%
  • IDX30 332   -0,43   -0,13%
  • IDXHIDIV20 411   -0,29   -0,07%
  • IDX80 88   0,12   0,14%
  • IDXV30 112   0,70   0,63%
  • IDXQ30 107   -0,34   -0,32%

Program Biodiesel B50 Hemat Devisa Rp 177 Triliun, Pangkas Emisi 44 Juta Ton CO2


Jumat, 10 Juli 2026 / 12:22 WIB
Program Biodiesel B50 Hemat Devisa Rp 177 Triliun, Pangkas Emisi 44 Juta Ton CO2
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (KONTAN/Dendi Siswanto)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA.  Program biodiesel B50 yang baru diluncurkan pemerintah akan memberikan manfaat besar bagi perekonomian nasional. Selain memperkuat ketahanan energi, program tersebut diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp 177 triliun atau setara sekitar US$ 10 miliar per tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan program B50 akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Dengan demikian, kebutuhan devisa untuk impor bahan bakar dapat ditekan secara signifikan.

"Indonesia dapat menghemat sekitar Rp 177 triliun devisa karena tidak perlu lagi mengimpor sebagian kebutuhan energi. Nilainya setara sekitar US$ 10 miliar," ungkap Airlangga dalam agenda Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Kemenko Perekonomian, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga: Prabowo Bertolak ke NTB, Resmikan Lima Bendungan Sekaligus

Airlangga mengatakan Indonesia telah mengembangkan program biodiesel selama delapan tahun. Peluncuran B50 menjadi tonggak penting karena Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang menerapkan campuran biodiesel hingga 50%.

"Program biodiesel B50 yang baru saja diluncurkan Presiden Prabowo merupakan tonggak penting. Indonesia telah mengembangkan biodiesel selama delapan tahun, dan B50 merupakan program pertama di dunia. Belum ada negara lain yang menerapkan campuran biodiesel hingga 50%," ujar Airlangga.

Menurutnya, keberhasilan implementasi B50 tidak lepas dari dukungan sumber daya kelapa sawit yang melimpah di Indonesia. Pemanfaatan bahan bakar nabati tersebut juga berkontribusi terhadap upaya pemerintah mencapai target emisi nol bersih (net zero emission).

Airlangga menyebut, melalui program biodiesel B50, Indonesia mampu menekan emisi karbon hingga sekitar 44 juta ton karbon dioksida (CO2) setiap tahun.

Baca Juga: DJP Catat Restitusi Pajak Turun 31,5% Jadi Rp 171,2 Triliun pada Semester I-2026

"Melalui program biodiesel ini, Indonesia mampu mengurangi emisi karbon hingga 44 juta ton CO2 setiap tahun. Program tersebut juga mendukung target Indonesia menuju emisi nol bersih (net zero emission)," katanya.

Pemerintah berharap implementasi B50 dapat menjadi salah satu pilar dalam memperkuat kemandirian energi nasional, sekaligus mendukung hilirisasi industri berbasis kelapa sawit dan mempercepat transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×