kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Ini peruntukan anggaran pemulihan ekonomi senilai Rp 589,65 triliun


Kamis, 04 Juni 2020 / 13:52 WIB
ILUSTRASI. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenekeu Febrio Nathan Kacaribu


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

Adapun dari sisi supply side anggaran yang dialokasikan adalah sebesar Rp 384,45 triliun. Menurut Febrio anggaran ini ditujukan untuk menolong sektor usaha, serta agar para pelaku industri bisa tetap beroperasi dan bertahan.

Febrio berharap, adanya alokasi ini dapat membantu mengurangi angka pengangguran atau kasusnya tidak terjadi terlalu banyak.

"Ini yang berusaha untuk kami lakukan supaya dampak pengangguran ke krisis ini tidak terlalu berat," kata Febrio.

Baca Juga: Bujet penanganan corona Rp 677,2 triliun, Banggar DPR minta pemerintah-BI bagi beban

Secara rinci, anggaran ini digunakan untuk subsidi bunga sebesar Rp 35,28 triliun, penempatan dana untuk restrukturisasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan padat karya sebesar Rp 82,2 triliun, dana penjaminan sebesar Rp 12 triliun, Penempatan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 15,5 triliun, serta dana talangan (investasi) untuk modal kerja sebesar Rp 19,65 triliun.

Kemudian untuk insentif perpajakan Rp 123,01 triliun, dukungan bagi pemerintah daerah (Pemda) Rp 14,7 triliun, pariwisata Rp 3,8 triliun, program padat karya K/L Rp 18,44 triliun, pembiayaan investasi kepada koperasi melalui LPDB KUMKM Rp 1 triliun, serta cadangan perluasan senilai Rp 58,87 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×