kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 16.992   -11,00   -0,06%
  • IDX 7.153   -31,68   -0,44%
  • KOMPAS100 989   -3,89   -0,39%
  • LQ45 726   -0,44   -0,06%
  • ISSI 255   -2,02   -0,79%
  • IDX30 394   0,65   0,17%
  • IDXHIDIV20 490   2,89   0,59%
  • IDX80 112   -0,10   -0,09%
  • IDXV30 136   0,81   0,60%
  • IDXQ30 128   0,26   0,20%

Ini perbedaan mudik dan pulang kampung menurut Presiden Jokowi


Kamis, 23 April 2020 / 06:46 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

"Mereka di sini tidak bekerja. Lebih berbahaya mana? Di sini di dalam ruangan dihuni 8-9 orang atau pulang ke kampung tapi di sana sudah disiapkan isolasi dulu oleh desa," ujar Jokowi. 

Baca Juga: Kemenhub: Permenhub tentang larangan mudik rampung besok

Dia menambahkan, "Saya kira sekarang semua desa sudah menyiapkan isolasi ini yang pulang dari desa. Lebih bahaya mana? Saya kira kita harus melihat lebih detail lapangannya. Lebih detail angka-angkanya," lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta itu. 

Untuk diketahui, pemerintah telah menyatakan melarang masyarakat dari daerah yang melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mudik.

Namun, sebelum pemerintah memberlakukan larangan mudik, data Kementerian Perhubungan menunjukkan hampir sejuta orang telah kembali ke kampung halaman lantaran kehilangan pekerjaan di masa pandemi. Sebelumnya, Jokowi menegaskan bahwa pemerintah akan melarang mudik untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. 

Baca Juga: Mudik dilarang, pengusaha angkutan darat berharap insentif dari pemerintah




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×