kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Ini penyebab kurva imbal hasil AS terbalik menurut ekonom Pefindo


Kamis, 15 Agustus 2019 / 14:03 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi hubungan China - Amerika Serikat


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Noverius Laoli

Selain itu, dia menilai inverted yield curve AS terjadi lebih karena dampak dari sentimen perang dagang antara AS dan China. Apalagi saat perang dagang terjadi, China diketahui sempat melakukan sell off terhadap US Treasury. Sehingga Fikri memprediksi aksi sell off China menyebabkan adanya inverted yield curve di US Treasury. 

Dia juga menjelaskan bahwa kepemilikan China terhadap US Treasury cukup besar untuk kategori kepemilikan asing. Fikri mengungkapkan, dari total utang AS US$ 12 triliun, sekitar US$ 1,2 triliun dimiliki China.

"Tapi sekarang sudah turun jadi US$ 400 miliar jadi sekitar US$ 900 miliar. Jadi, jangan-jangan karena itu yield 10 tahun turun," ungkapnya.

Pefindo optimistis bahwa risiko resesi masih sangat kecil, terlebih jika perang dagang AS dan China bisa segera diselesaikan. Selain itu, Bank Sentral AS (The Fed) sempat merilis probability resesi masih 28%, yang artinya potensi untuk terjadi resesi masih sangat kecil. 

Baca Juga: Amerika Serikat memasuki resesi?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×