kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Ini Komoditas yang Mempengaruhi Pergerakan Kinerja Ekspor Impor Indonesia di Mei 2022


Rabu, 15 Juni 2022 / 13:44 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak mentah yang naik menjadi salah satu komoditas yang mempengaruhi neraca dagang Indonesia


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus pada bulan Mei 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan barang pada bulan laporan sebesar US$ 2,90 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto menyebut, surplus neraca perdagangan pada bulan Mei 2022 ini tak lepas dari nilai ekspor yang lebih besar daripada nilai impor. Adapun, nilai ekspor pada bulan Mei 2022 sebesar US$ 21,51 miliar sedangkan nilai impor hanya US$ 18,61 miliar.

Adapun, pergerakan nilai ekspor dan nilai impor pada bulan Mei 2022 juga tak lepas dari pergerakan harga komoditas di pasar global selama bulan laporan.

“Bila menilik data dari Bank Dunia, dan perkembangan harga di komoditas global, baik yang meningkat maupun menurun,” tutur Setianto dalam paparan terkait Neraca Perdagangan Mei 2022, Rabu (15/6).

Baca Juga: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$ 2,90 Miliar pada Mei 2022

Dia memerinci, harga minyak mentah global pada Mei 2022 tercatat capai US$ 109,6 per barel. Ini naik 6,92% mom dan secara tahunan melonjak 67,35% yoy. Sedangkan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tercatat US$ 1.716,9 per metrik ton, atau naik 2,03% mom dan secara tahunan melesat 51,08% yoy.

Sejalan, harga kedelai naik 0,46% mom dan secara tahunan menguat 11,95% yoy menjadi US$ 724,1 per metrik ton. Harga gandum tercatat US$ 522,3 per metrik ton atau naik 5,45% mom dan secara tahunan terkerek 75,71% yoy.

Sementara itu, ada juga penurunan harga yang terlihat pada komoditas batubara. Pada Mei 2022, harga batubara tercatat US$ 280,0 per metrik ton atau turun 7,28% mom. Namun, bila dibandingkan dengan Mei 2021, harga batubara ini masih melonjak 181,95% yoy.

Setali tiga uang, harga bijih besi tercatat US$ 131,21 per dry metric tonne unit. Ini turun 13,25% mom dan bila dibandingkan dengan Mei 2021, harga bijih besi turun 36,83% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×