kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Ini komentar Sofyan Wanandi soal upah buruh 2014


Senin, 21 Oktober 2013 / 19:12 WIB
ILUSTRASI. Konsumen melakukan pembayaran menggunakan QRIS dari aplikasi ShopeePay di kedai minuman, Tangerang Selatan, Minggu (6/12). KONTAN/Carolus Agus Waluyo/06/12/2020.


Reporter: Fahriyadi | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Dalam sebulan ke depan, tensi hubungan industrial nasional bisa memanas. Sebab, akan ada penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2014.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi mengatakan, dalam beberapa pekan ini negosiasi dalam forum Dewan Pengupahan sudah ada titik terang, sehingga bisa melahirkan rekomendasi kenaikan upah tahun depan.

"Diharapkan 1 November bisa selesai, kalaupun telat satu atau dua minggu itu wajar," ujar Sofjan, Senin (21/10).

Selain itu, Sofyan juga mengomentari komentar buruh terkait dengan permintaan kenaikan UMP sebesar 50%. Sofyan mengaku, tak percaya jika upah tahun depan bisa naik hingga 50%.

"Kalau minta naik 50% silakan, tetapi hanya sekadar minta, dan belum pasti bisa dipenuhi," sambungnya. Sofjan menganggap ancaman yang datang dari pihak pekerja itu hal yang biasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×