kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Ini besaran biaya yang dihemat pemerintah saat konversi pinjaman ke Euro dan Yen


Senin, 27 Juli 2020 / 19:50 WIB
Ini besaran biaya yang dihemat pemerintah saat konversi pinjaman ke Euro dan Yen
ILUSTRASI. Petugas kasir menghitung mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (25/2/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan pasar spot Senin (25/2/2019) ditutup menguat Rp14.015 atau menguat


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan konversi pinjaman dengan mata uang asing sebagai salah satu upaya dalam rangka pengelolaan risiko. Adapun pada periode bulan September 2019 sampai Maret 2020 pinjaman luar negeri yang sudah dikonversi oleh pemerintah mencapai US$ 3,8 miliar.

Pinjaman yang dikonversi adalah dari mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dan suku bunga mengambang basis London Inter-Bank Offered Rate (LIBOR), menjadi pinjaman dalam bentuk Euro dan Yen dengan suku bunga tetap (fixed rate) mendekati 0%.

Baca Juga: Ekonom sebut konversi mata uang akan pengaruhi demand and supply terhadap dolar AS

Staf khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo mengatakan, konversi mata uang dalam pinjaman ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kehati-hatian pemerintah dalam melaksanakan penghematan pengeluaran yang harus diterapkan Pemerintah.

"Konversi ini dilatarbelakangi oleh dinamika pergerakan mata uang rupiah terhadap mata uang dolar AS yang sangat fluktuatif dan berpotensi memengaruhi besaran bunga yang harus dibayarkan oleh Pemerintah Indonesia kepada lender atau pemberi pinjaman," ujar Yustinus kepada Kontan.co.id, Senin (27/7).

Pinjaman yang dikonversi ini berasal dari dua pinjaman tunai Asian Development Bank (ADB), yaitu Stepping Up Investments for Growth Acceleration Program Subprogram 3 (SIGAP-3), serta Fiscal and Public Expenditure Management Subprogram 2 (FPEMP-2).

Baca Juga: Pemerintah telah mengkonversi pinjaman luar negeri sebesar US$ 3,8 miliar

Yustinus menjelaskan, sebelum dilakukan konversi, pemerintah melakukan simulasi komposisi mata uang valuta asing (valas) yang optimum dari sisi biaya dan risiko dengan menggunakan variabel data historis dari awal tahun 2010 sampai dengan Juli 2019.

Simulasi ini menggunakan tiga mata uang valas, yaitu USD, JPY dan EUR. Dari hasil proses simulasi tersebut, diperoleh rekomendasi untuk mengonversikan pinjaman dengan mata uang USD menjadi mata uang EUR dan JPY.

Mengacu dari data tahun 2019, pada tahap awal, konversi pinjaman dari USD ke mata uang EUR atau JPY dilakukan maksimal sebesar ekuivalen US$ 1 miliar. Namun, untuk selanjutnya dapat ditambah dengan mempertimbangkan efektivitas pelaksanaan hasil konversi, serta target komposisi portofolio utang valas optimum.

Kemudian, hasil dari konversi pinjaman ADB untuk pinjaman SIGAP-3 dan FPEMP-2 adalah, Pemerintah Indonesia mendapatkan tingkat suku bunga baru sebesar 0%. Artinya, pemerintah tidak perlu lagi membayar bunga pinjaman semi-tahunan sejak tanggal pembayaran bunga tahunan di tahun 2020 hingga tanggal jatuh tempo pada tahun 2033.

Dengan demikian, pemerintah hanya membayar pokok pinjaman sebesar EUR 18,87 juta selama 13 tahun yang dimulai sejak Desember 2021.

Baca Juga: Dua Institusi Lepas Saham TEBE, Siapa Investor Asing yang Menampung?

Selanjutnya, hasil konversi pinjaman dari mata uang USD ke EUR adalah, Pemerintah Indonesia berpotensi menghemat hingga US$ 6 juta per semi-tahunan per pinjaman, atau secara total mencapai US$ 24 juta per tahun untuk kedua pinjaman tersebut.

Selain mengonversikan pinjaman dari mata uang USD ke mata uang EUR, kata Yustinus, pemerintah juga memproses untuk mengonversikan pinjaman dari mata uang USD ke mata uang JPY yang juga merupakan pinjaman dari ADB.

Baca Juga: Singapore Airlines mendapat pinjaman agunan pesawat senilai S$ 750 juta

Nah, untuk pinjaman ADB ini, mata uang USD diubah menjadi mata uang JPY sebesar JPY 52,35 miliar atau ekuivalen US$ 1.479,16 juta.

"Total perkiraan efisiensi bunga dari ketiga konversi tersebut pada tahun 2020 mencapai Rp 505,4 miliar. Itu merupakan efisiensi bunga 1 tahun saja, sedangkan masih tersisa 12 tahun ke depan untuk penghematan bunga lebih lanjut," kata Yustinus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×