Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli
Kemudian, hasil dari konversi pinjaman ADB untuk pinjaman SIGAP-3 dan FPEMP-2 adalah, Pemerintah Indonesia mendapatkan tingkat suku bunga baru sebesar 0%. Artinya, pemerintah tidak perlu lagi membayar bunga pinjaman semi-tahunan sejak tanggal pembayaran bunga tahunan di tahun 2020 hingga tanggal jatuh tempo pada tahun 2033.
Dengan demikian, pemerintah hanya membayar pokok pinjaman sebesar EUR 18,87 juta selama 13 tahun yang dimulai sejak Desember 2021.
Baca Juga: Dua Institusi Lepas Saham TEBE, Siapa Investor Asing yang Menampung?
Selanjutnya, hasil konversi pinjaman dari mata uang USD ke EUR adalah, Pemerintah Indonesia berpotensi menghemat hingga US$ 6 juta per semi-tahunan per pinjaman, atau secara total mencapai US$ 24 juta per tahun untuk kedua pinjaman tersebut.
Selain mengonversikan pinjaman dari mata uang USD ke mata uang EUR, kata Yustinus, pemerintah juga memproses untuk mengonversikan pinjaman dari mata uang USD ke mata uang JPY yang juga merupakan pinjaman dari ADB.
Baca Juga: Singapore Airlines mendapat pinjaman agunan pesawat senilai S$ 750 juta
Nah, untuk pinjaman ADB ini, mata uang USD diubah menjadi mata uang JPY sebesar JPY 52,35 miliar atau ekuivalen US$ 1.479,16 juta.
"Total perkiraan efisiensi bunga dari ketiga konversi tersebut pada tahun 2020 mencapai Rp 505,4 miliar. Itu merupakan efisiensi bunga 1 tahun saja, sedangkan masih tersisa 12 tahun ke depan untuk penghematan bunga lebih lanjut," kata Yustinus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)