kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Ekonom sebut konversi mata uang akan pengaruhi demand and supply terhadap dolar AS


Senin, 27 Juli 2020 / 18:14 WIB
ILUSTRASI. Rolled Euro banknotes are placed on U.S. Dollar banknotes in this illustration taken May 26, 2020. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan konversi pinjaman dengan mata uang asing sebagai salah satu upaya dalam rangka pengelolaan risiko.

Berdasarkan catatan, pada periode bulan September 2019 sampai Maret 2020 pinjaman luar negeri yang sudah dikonversi oleh pemerintah mencapai US$ 3,8 miliar.

Pemerintah mengonversi pinjaman dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dan suku bunga mengambang basis London Inter-Bank Offered Rate (LIBOR), menjadi pinjaman dalam bentuk Euro dan Yen dengan suku bunga tetap mendekati 0%.

Baca Juga: Pemerintah telah mengkonversi pinjaman luar negeri sebesar US$ 3,8 miliar

Sejalan dengan hal ini, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Riza Annisa Pujarama mengatakan, konversi mata uang dari USD ke Euro dan Yen akan memengaruhi permintaan dan penawaran terhadap dolar.

"Jadi nilai tukar akan relatif lebih stabil. Hal yang perlu dicermati adalah proporsi dan selisih nilai tukar, karena supply dan demand mata uang akan memengaruhi volatilitas kurs," uajr Riza kepada Kontan.co.id, Senin (27/7).

Untuk itu, Riza mewaspadai jangan sampai strategi konversi mata uang dalam pinjaman ini malah menjadi bumerang yang bisa merugikan dalam pengembalian pinjaman.

Baca Juga: Kebijakan DMO Sawit perlu pengkajian khusus terutama harga dan kesiapan pelaku usaha




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×