kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Inflasi Diproyeksi Kembali Terjadi di Agustus 2026: Inflasi Bulanan Capai 0,33%


Senin, 31 Agustus 2026 / 06:37 WIB
Inflasi Diproyeksi Kembali Terjadi di Agustus 2026: Inflasi Bulanan Capai 0,33%
ILUSTRASI. Ekonom BCA memproyeksi inflasi di bulan Agustus 2026 capai 0,33% dan membuat inflasi tahunan menjadi 3,31%  (ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Inflasi pada Agustus 2026 diperkirakan kembali meningkat seiring kenaikan harga sejumlah bahan pokok dan komoditas emas. Tekanan inflasi juga berpotensi berlanjut ke depan apabila harga minyak tetap tinggi dan kondisi cuaca terganggu akibat El Nino.

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual memperkirakan, inflasi Agustus 2026 berada di level 3,31% secara tahunan (year on year/YoY). Sementara secara bulanan, inflasi Agustus diproyeksi capai 0,33% month to month (mtm).

Perkiraan inflasi tersebut meningkat dari bulan sebelumnya yang mencatatkan inflasi 2,88% secara tahunan dan deflasi sebesar 0,14% mtm di Juli 2026.

Baca Juga: Cek Daftar 64 Eksportir Tambang yang Dapat Relaksasi Penempatan DHE SDA

Sementara itu, inflasi inti diperkirakan mencapai 2,98% yoy atau inflasi 0,27% sepanjang bulan Agustus 2026. Proyeksi tersebut lebih tinggi dari realisasi inflasi inti di Juli 2026 sebesar 2,76% YoY.

Menurut David, kenaikan inflasi terutama didorong oleh meningkatnya harga sejumlah bahan pokok. Komoditas pangan seperti daging ayam dan cabai menjadi salah satu sumber tekanan inflasi pada Agustus.

"Inflasi didorong oleh kenaikan harga bahan pokok, terutama daging ayam dan cabai," ujar David kepada Kontan, Minggu (30/8/2026).

Selain komponen pangan, tekanan juga datang dari inflasi inti. David melihat kenaikan harga terjadi pada berbagai kelompok produk, dengan harga emas kembali menjadi salah satu faktor pendorong.

Ke depan, David bilang, risiko inflasi masih perlu diwaspadai. Salah satu sumber tekanan berasal dari tingginya harga minyak yang dapat meningkatkan biaya di berbagai sektor.

Risiko lainnya datang dari kondisi cuaca. Kekeringan yang dipicu oleh fenomena El Nino berpotensi mengganggu produksi sejumlah komoditas pangan dan pada akhirnya mendorong kenaikan harga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×