Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inflasi pada Juli 2026 secara bulanan diperkirakan akan mencapai 0,03%, melambat dari inflasi bulan sebelumnya yang mencapai 0,44% month to month (mtm).
Sementara itu, secara tahunan, inflasi diproyeksikan mencapai 3,06% year on year (yoy) lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 3,34% yoy.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan, perlambatan inflasi bulanan terutama didorong oleh penurunan pada komponen harga bergejolak (volatile food) dan melambatnya inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices). Kedua faktor tersebut diperkirakan mampu mengimbangi kenaikan inflasi inti.
Baca Juga: Akan Ada Libur Panjang Di Agustus 2026, Cek Tanggal Merah & Libur Bersama
Ia memperkirakan komponen volatile food akan mengalami deflasi sebesar 1,12% mtm, berbalik dari inflasi 0,14% mtm pada Juni 2026. Penurunan tersebut terutama dipicu oleh turunnya harga cabai merah dan bawang bombai setelah memasuki puncak musim panen.
Di sisi lain, inflasi pada komponen harga diatur pemerintah diproyeksikan sebesar 0,10% mtm, jauh lebih rendah dibandingkan 1,41% mtm pada bulan sebelumnya.
“(Perlambatan ini) menyusul normalisasi tekanan harga setelah penyesuaian harga bensin non-subsidi pada bulan sebelumnya,” tutur Andry kepada Kontan, Kamis (30/7/2026).
Meski demikian, tekanan inflasi inti diperkirakan meningkat. Andry memperkirakan inflasi inti naik menjadi 0,29% mtm pada Juli 2026 dari 0,23% mtm pada Juni.
Menurutnya, kenaikan tersebut terutama didorong oleh faktor musiman pada awal tahun ajaran baru, khususnya pembayaran biaya pendidikan.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Masyarakat Semakin Gemar Simpan Dollar AS Di Bank
"Pengeluaran pendidikan musiman di awal tahun ajaran baru diperkirakan menyumbang sekitar 0,06 poin persentase terhadap inflasi bulanan," jelas Andry.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data resmi Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2026 pada 3 Agustus 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














