kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.742   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Inflasi AS memburuk, Sri Mulyani sebut pemerintah tetap waspada


Selasa, 14 Desember 2021 / 13:03 WIB
ILUSTRASI. Inflasi AS memburuk, Sri Mulyani sebut pemerintah tetap waspada.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemulihan ekonomi Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh penanganan Covid-19. Akan tetapi, Inflasi global juga turut memengaruhi, khususnya di negara maju.

“Kita harus tetap waspada dari lingkungan global seperti negara maju yang melakukan penyesuaian kebijakan,” kata Sri Mulyani dalam webinar Hadapi Bersama Perubahan Iklim dan Strategi Ekonomi Hijau,  Selasa (14/12).

Hal ini terbukti, di beberapa negara maju mengalami proses pemulihan ekonomi yang lebih cepat dan meninggalkan negara lainnya. Akibatnya inflasi ekonomi di negara-negara tersebut meningkat drastis. 

Baca Juga: Hadapi tantangan perubahan iklim, Sri Mulyani akan terapkan skema pendanaan campuran

Pada Oktober 2021 Amerika Serikat mengalami inflasi terburuk dari yang pernah ada, yaitu 6,2%.

Selain itu, pada bulan November inflasi di AS tersebut kembali naik menjadi 6,8%. Sehingga dari kabar tersebut, Sri Mulyani menghimbau agar Indonesia harus bersiap melakukan proteksi terhadap tekanan yang bisa terjadi.

Peningkatan inflasi, juga terjadi di negara-negara Eropa yang mengalami sebesar 4%. Setelah sebelumnya inflasi di Eropa mendekati 0% atau malah mengalami deflasi saat kondisi pra pandemi.

Sri Mulyani bilang, kondisi ini seharusnya diantisipasi untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi. Sebab kenaikan inflasi di negara-negara maju bisa berdampak langsung pada negara-negara berkembag dan negara pasar seperti Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×