kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Indonesia tak butuh BUMN lagi bila sudah jadi negara besar?


Sabtu, 04 Juli 2020 / 08:10 WIB


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

"Ini yang di beberapa negara seperti di Amerika agak berbeda, karena mungkin memang daya belinya sudah tinggi, jadi tidak perlu lagi subsidi listrik, pupuk, dan lain-lain Tapi karena daya beli di Indonesia masih rendah, keberadaan BUMN ini lebih impactfull," papar Erick.

Erick pun tak menjadikan penugasan yang diberikan pemerintah ke BUMN sebagai sesuatu yang membebani.

Baca Juga: Erick Thohir bakal gabungkan bank syariah BUMN pada Februari 2021

Ia menilai penugasan itu sebagai salah satu kelebihan BUMN jika dibanding swasta.

"Karena nggak mungkin lah suruh swasta untuk melakukan penugasan yang tidak ada kekuatan bisnisnya di awal. Penugasan ini yang jadi kekuatan BUMN," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×