kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Indonesia berpeluang menyusul India


Senin, 23 Juli 2012 / 23:09 WIB
ILUSTRASI. Petugas melayani nasabah DPLK BNI di Jakarta, Senin (2/11) KONTAN/Carolus Agus Waluyo/02/11/2020.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan menyusul India. Sehingga Indonesia berpeluang masuk negara BRICS.

Ekonom Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan menjelaskan, BRICS merupakan negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat. Negara tersebut adalah; Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan.

"Untuk menggantikan India di BRICS, mungkin tidak. Tetapi Indonesia masih berpeluang mendekati pertumbuhan ekonomi India," kata Fauzi selepas ramah tamah OJK dengan Industri Perbankan dan Multifinance di Lobby Menara Radius Prawiro Gedung A Bank Indonesia Jakarta, Senin (23/7).

Untuk menjadi negara yang masuk BRICS, negara harus memiliki pendapatan domestik bruto (GDP) di atas US$ 1 triliun. Padahal GDP Indonesia saat ini baru US$ 940 miliar.

Saat ini, pertumbuhan ekonomi India sebesar 6,2%. Nilai tersebut masih lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi global yang hanya 2,5% di akhir 2012.

Sementara Bank Indonesia (BI) memperkirakan target pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 6,3%. Sedangkan Goldman Sach memperkirakan Indonesia hanya tumbuh 5,4%.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia cepat, neraca ekonomi juga sehat. Indonesia berpotensi menyusul India dalam dua tahun ke depan," jelasnya.

Sekadar catatan, BRICS merupakan akronim lima negara di dunia dengan pertumbuhan ekonomi tercepat. BRICS dicetuskan oleh Goldman Sach 2011. Menurut Goldman Sach, gabungan pertumbuhan ekonomi di lima negara ini mampu menyaingi ekonomi negara maju pada 2050 mendatang. (Didik Purwanto/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×