kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.873   27,00   0,16%
  • IDX 8.969   32,25   0,36%
  • KOMPAS100 1.237   8,12   0,66%
  • LQ45 873   5,04   0,58%
  • ISSI 326   1,73   0,53%
  • IDX30 442   2,82   0,64%
  • IDXHIDIV20 521   3,67   0,71%
  • IDX80 138   0,96   0,70%
  • IDXV30 145   1,25   0,87%
  • IDXQ30 142   1,14   0,81%

BI Proyeksikan Ekonomi Tumbuh 7,7% pada 2031, Ekonom: Masih Realistis


Minggu, 30 November 2025 / 18:51 WIB
BI Proyeksikan Ekonomi Tumbuh 7,7% pada 2031, Ekonom: Masih Realistis
ILUSTRASI. Pertumbuhan Ekonomi-Lanskap kota Jakarta, Kamis (27/11/2025). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/27/11/2025. Proyeksi Bank Indonesia (BI) bahwa perekonomian Indonesia dapat tumbuh di kisaran 6,7%–7,7% pada 2031


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Proyeksi Bank Indonesia (BI) bahwa perekonomian Indonesia dapat tumbuh di kisaran 6,7%–7,7% pada 2031 dengan skenario paling optimistis, dinilai masih realistis selama agenda pembangunan prioritas dijalankan secara konsisten.

Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo menyampaikan, program hilirisasi, penguatan rantai pasok, dan pembangunan infrastruktur yang kini menjadi fokus pemerintah menjadi penopang pertumbuhan.

Meksi demikian, ia menyebut perbaikan kualitas pertumbuhan juga diperkuat oleh upaya peningkatan mutu tenaga kerja melalui vokasi dan transformasi program pendidikan.

“Jika sejumlah agenda ini terus berjalan sesuai dengan rencana, peluang mencapai pertumbuhan mendekati 7% tetap terbuka,” tutur Banjaran kepada Kontan, Minggu (30/11/2025).

Ke depan, Banjaran melihat, tantangan terbesar justru berasal dari faktor eksternal. Risiko fragmentasi global, ketidakpastian geopolitik, serta tahun pemilu di negara-negara besar seperti Amerika Serikat, India, Inggris, dan Uni Eropa.

Baca Juga: Kontribusi Pajak Pekerja Freelance Masih Mini Meski Jumlahnya Terus Tumbuh

Selain itu ada faktor mengenai risiko lanjutan kebijakan implementasi tarif AS ke sejumlah negara serta risiko pasar keuangan global terkait valuasi berlebih sejumlah instrumen termasuk saham dan cryptocurrency.

“Hal tersebut dapat mempengaruhi arus perdagangan, investasi, dan sentimen pasar ke negara berkembang,” ungkapnya.

Di dalam negeri, ia melihat produktivitas tenaga kerja, kemampuan fiskal, dan pemerataan infrastruktur juga menentukan seberapa cepat ekonomi dapat bergerak menuju kisaran proyeksi BI tersebut.

Lebih lanjut, Banjaran menilai pertumbuhan di kisaran 6,7%–7,7% pada 2031 berpotensi tercapai dan dinilai berkualitas apabila ekspansi ekonomi berlangsung lebih merata di berbagai sektor.

Menurutnya, pertumbuhan yang ditopang manufaktur, jasa modern, investasi produktif, dan peningkatan produktivitas tenaga kerja akan memberi dampak lebih kuat terhadap kenaikan pendapatan per kapita dan ketahanan ekonomi jangka panjang.

“Dengan kondisi seperti itu, Indonesia dapat melangkah lebih dekat menuju status negara berpendapatan menengah atas, dengan pertumbuhan yang bukan hanya tinggi, tetapi juga berkelanjutan dan inklusif,” tandasnya.

Baca Juga: LPEM UI Memprediksi Inflasi November 2025 Turun Terdorong Normalisasi Harga Emas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×