kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.814   -85,00   -0,50%
  • IDX 8.396   124,32   1,50%
  • KOMPAS100 1.183   18,77   1,61%
  • LQ45 848   12,48   1,49%
  • ISSI 300   4,67   1,58%
  • IDX30 445   8,19   1,88%
  • IDXHIDIV20 530   8,41   1,61%
  • IDX80 132   1,86   1,43%
  • IDXV30 145   1,60   1,12%
  • IDXQ30 143   2,42   1,73%

Indonesia Akan Impor Beras Khusus 1.000 Ton dari AS, Ini Kata Ekonom


Senin, 23 Februari 2026 / 15:13 WIB
Indonesia Akan Impor Beras Khusus 1.000 Ton dari AS, Ini Kata Ekonom
ILUSTRASI. Rencana impor beras khusus dari AS menuai sorotan karena harga yang mahal. (/)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana Pemerintah Indonesia mengimpor beras khusus sebanyak 1.000 ton dari Amerika Serikat (AS) sebagaimana perjanjian perdagangan timbal balik alias The Agreement on Reciprocal Trade (ART) menuai sorotan.

Pengamat Pertanian Center of Reform on Economics (CORE), Eliza Mardian menjelaskan, selama ini Indonesia tidak pernah mengimpor beras dari AS. Biasanya, kebutuhan beras nasional maupun beras khusus dipasok dari negara-negara seperti Thailand, Vietnam, Pakistan, Myanmar, India, hingga Jepang.

"Adanya komitmen dengan AS ini memaksa kita impor beras khusus. Jenis beras khusus yang diproduksi AS pun kurang lebih seperti basmati, jasmine, beras merah, japonica," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (23/2/2026).

Baca Juga: Tembus Rp 131,9 triliun, Belanja Pemerintah Pusat Ngebut di Januari 2026

Eliza menyoroti selisih harga yang cukup signifikan antara beras AS dengan beras impor yang biasa masuk ke tanah air. Berdasarkan data, rata-rata harga beras yang diekspor AS mencapai US$ 844 per ton, sementara rata-rata harga beras yang diimpor Indonesia berada di kisaran US$ 600 per ton.

"Jadi relatif mahal beras US. Karena komitmen pembelian tadi kita mengimpor bukan lagi karena faktor harga lebih kompetitif, tapi karena keharusan, jadi meski mahal juga kita harus beli. Dampaknya harga beras dari US akan relatif lebih mahal," tegasnya.

Meski demikian, Eliza menilai dampaknya ke inflasi secara luas mungkin terbatas karena beras khusus merupakan kategori niche market. Konsumen utamanya adalah kalangan menengah atas dan sektor Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) yang menyediakan sajian kuliner luar negeri.

Baca Juga: Kemenkeu Sudah Cairkan Rp 95,3 Triliun Dana TKD pada Januari 2026

Namun, Eliza mengkhawatirkan adanya dampak pada hubungan dagang dengan negara pemasok lama. Dengan pangsa pasar beras khusus yang kecil di Indonesia, komitmen pembelian dari AS berpotensi mengurangi volume impor dari negara-negara yang selama ini menjadi mitra langganan.

"Yang dikhawatirkan adalah saat mengurangi volume pembelian dari negara yang biasa kita impor, nanti dampaknya produk kita bisa juga berkurang pembeliannya. Namanya dagang pasti adu strategi dan ada timbal baliknya," pungkasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanesto menjelaskan, meskipun keran impor beras khusus dari AS dibuka, realisasinya di lapangan akan sangat bergantung pada kebutuhan pasar di dalam negeri.

Keputusan ini diambil sebagai bagian dari penguatan hubungan dagang kedua negara.

"Pemerintah setuju memberikan alokasi impor untuk beras klasifikasi khusus asal AS, namun tetap realisasinya tergantung permintaan dalam negeri," ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).

Haryo menekankan, komitmen impor ini tidak akan mengganggu stabilitas pasar beras nasional. Pasalnya, volume yang disepakati tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan total produksi beras di dalam negeri.

Baca Juga: Menag Bebas dari Sanksi Pidana Karena Lapor Soal Jet Pribadi Sebelum 20 Hari

Dia bilang, alokasi impor yang disiapkan hanya sebesar 1.000 ton. Angka ini dinilai tidak signifikan karena hanya mencakup sekitar 0,00003% dari total produksi beras nasional yang mencapai 34,69 juta ton pada tahun 2025.

Selain itu, Haryo mencatat bahwa Indonesia sudah cukup lama tidak mendatangkan beras dari Amerika Serikat.

"Dalam 5 tahun terakhir, Indonesia tidak melakukan impor beras dari AS," tandasnya.

Selanjutnya: Link pintar.bi.go.id Dibuka Besok! Cek Jadwal & Cara War Tukar Uang Baru 2026 Tahap 2

Menarik Dibaca: 6 Promo Ramadhan Es Teler 77: Jangan Lewatkan Beli 1 Gratis 1 hingga Diskon 50%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×