Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia resmi menyepakati perjanjian perdagangan timbal balik atau The Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS).
Salah satu poin dalam kesepakatan tersebut adalah pemberian alokasi impor beras klasifikasi khusus asal Negeri Paman Sam tersebut.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanesto menjelaskan, meskipun keran impor dibuka, realisasinya di lapangan akan sangat bergantung pada kebutuhan pasar di dalam negeri.
Baca Juga: Istana Tegaskan Produk AS Tetap Wajib Sertifikasi Halal dan Izin BPOM Untuk Masuk RI
Keputusan ini diambil sebagai bagian dari penguatan hubungan dagang kedua negara.
"Pemerintah setuju memberikan alokasi impor untuk beras klasifikasi khusus asal AS, namun tetap realisasinya tergantung permintaan dalam negeri," ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).
Haryo menekankan, komitmen impor ini tidak akan mengganggu stabilitas pasar beras nasional. Pasalnya, volume yang disepakati tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan total produksi beras di dalam negeri.
Dia bilang, alokasi impor yang disiapkan hanya sebesar 1.000 ton. Angka ini dinilai tidak signifikan karena hanya mencakup sekitar 0,00003% dari total produksi beras nasional yang mencapai 34,69 juta ton pada tahun 2025.
Baca Juga: Kontroversi Pelonggaran Sertifikasi Halal: Tertulis dalam ART, Tapi Dibantah Istana
Selain itu, Haryo mencatat bahwa Indonesia sudah cukup lama tidak mendatangkan beras dari Amerika Serikat.
"Dalam 5 tahun terakhir, Indonesia tidak melakukan impor beras dari AS," tandasnya.
Selanjutnya: Laba Bank Mandiri (BMRI) Melesat 16,25% di Januari 2026, Ini Penjelasan Manajemen
Menarik Dibaca: Kantong Aman! Semua Promo HokBen Februari Bikin Makan Puas & Hemat Mulai Rp 10 Ribuan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)